Berita

Yunani cemas akan melonjaknya pencari suaka yang masuk ke wilayah mereka/Net

Dunia

Libya-Turki Teken Kesepakatan Militer, Yunani Langsung Minta Bantuan NATO

SENIN, 02 DESEMBER 2019 | 11:25 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Yunani akan meminta dukungan dari organisasi pertahanan negara-negara Atlantik, NATO, atas kesepakatan militer yang diteken oleh Turki dan Libya. Demikian yang diungkapkan oleh Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis, Minggu (1/12).

"Aliansi tidak dapat tetap acuh tak acuh ketika salah satu anggotanya secara terbuka melanggar hukum internasional dan bertujuan (untuk menyakiti) anggota lainnya," ujar Mitsotakis dalam pidatonya seperti yang dimuat Channel News Asia.

Sebelumnya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menandatangani perjanjian keamanan, militer, serta yuridiksi maritim dengan Kepala Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Perdana Menteri Fayed al-Sarraj yang berbasis di Tripoli.


Selain Yunani, penolakan atas kesepakatan tersebut juga disuarakan oleh Liga Arab. Sementara Utusan PBB untuk Libya, Ghassan Salame mengatakan perjanjian-perjanjian serupa justru telah meningkatkan kerusuhan di Mesir dan Siprus.

Pekan lalu, penolakan Yunani juga dibuktikan dengan pemanggilan Duta Besar Turki dan Libya di Yunani untuk meminta informasi lebih lanjut. Bahkan pada Minggu (1/12), Menteri Luar Negeri Yunani Nikos Dendias melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Choukry di Kairo.

Ketakutan akan semakin buruknya kondisi Libya sendiri diperparah dengan adanya operasi militer yang dilakukan oleh Turki terhadap pasukan Kurdi di Suriah pada bulan lalu.

Dengan konflik yang semakin buruk, Yunani yang telah menjadi pintu gerbang ke Eropa khawatir pencari suaka akan makin berbondong-bondong mendatangi negara mereka.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya