Berita

Sri Jayawardenapura Kotte/Istimewa

Jaya Suprana

Sri Jayawardenapura Kotte

SENIN, 02 DESEMBER 2019 | 10:36 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SETAHU saya, ibukota Sri Lanka adalah Kolombo. Ternyata saya (agak) keliru. Sri Lanka memiliki dua ibukota. Ibukota ekonomi Sri Lanka de facto Kolombo, namun ibukota kepemerintahan Sri Lanka yang resmi sebenarnya Sri Jayawardenapura Kotte terletak sekitar delapan kilometer di barat daya kota Kolombo.

Sebelum Kolombo didirikan oleh kolonialis Portugis di bumi Sri Lanka, justru Sri Jayawardenapura merupakan ibukota kerajaan Kotte pada abad XIV sampai dengan XVI.

Kelirumologi
Semula saya duga Rahwana adalah tokoh jahat di dalam kisah Ramayana. Ternyata saya agak keliru juga. Rahwana adalah raja Alengka yang kini disebut sebagai Sri Lanka, sangat dihormati oleh warga Sri Lanka.

Semula saya duga Rahwana adalah tokoh jahat di dalam kisah Ramayana. Ternyata saya agak keliru juga. Rahwana adalah raja Alengka yang kini disebut sebagai Sri Lanka, sangat dihormati oleh warga Sri Lanka.

Semula saya duga Sri Lanka adalah sebuah negara terbelakang ekonomi. Ternyata saya kembali keliru. Kini Sri Lanka bersama Maladewa merupakan dua negara yang menduduki posisi teratas pada Human Development Index dengan penghasilan per kapita tertinggi di Asia Selatan.

Dari 142 negara, Sri Lanka menduduki posisi ke-45 dalam pendidikan dasar dan kesehatan, urutan ke-32 dalam pengembangan bisnis UKM, nomor 42 dalam inovasi dan nomor 41 dalam efisiensi pasar.

Dalam daftar World Giving Index, Sri Lanka menduduki posisi kelima berkat masyarakatnya memang suka beramal.
 
Infrastruktur
Jaringan jalan Sri Lanka masa kini terdiri dari 35 A-Grade jalan raya dan controlled-access highways. Jawatan Kereta Api Sri Lanka memiliki jalur sepanjang 1.477 kilometer.

Empat pelabuhan alam berada di Kolombo, Galle, Trincomallee, dan Hambantota pada masa Perang Dunia II merupakan pelabuhan strategis terpenting bagi sekutu Inggris di Asia Selatan.

Kini Sri Lanka memiliki pusat pendidikan tinggi serta pusat penelitian-pengembangan dirgantara untuk mengembangkan teknologi  satelit dan misil. Pada 2012, dengan menyandang nama Rahwana I, satelit perdana buatan Sri Lanka mengangkasa ke angkasa luar. 

Demografi

Sri Lanka memperoleh kemerdekaan pada 1948 meski kemudian sempat dihantui Perang Saudara berkelanjutan selama 26 tahun yang baru berakhir pada 2009, setelah Angkatan Bersenjata Sri Lanka berhasil menumpas   Liberation Tigers of Tamil Eelam (LTTE).

Mayoritas penduduk Sri Lanka masa kini adalah etnis Sinhalese dengan minoritas etnis Tamil yang memegang peran penting pada sejarah Sri Lanka. Kaum Vedda serta etnis Melayu, Indonesia, dan China merupakan bagian hakiki dari demografi Sri Lanka. 

Ekonomi
Menurut Dubes RI untuk Sri Lanka, I Gusti Ngurah Ardiyasa, perdagangan Indonesia surplus terhadap Sri Lanka yang mengimpor produk semen, arang kelapa, karet, batu bara, tembakau, kertas, paperboard, produk plastik, dan mie instan dari Indonesia.

Produk ekspor utama Sri Lanka adalah rempah-rempah dan busana. Di masa kini industri pariwisata mulai berperan sebagai primadona ekonomi Sri Lanka. Dengan memiliki delapan situs yang diakui UNESCO sebagai warisan kebudayaan dunia bahkan Sri Lanka sempat diposisikan New York Times sebagai destinasi utama wisata kebudayaan yang wajib dikunjungi para wisatawan kebudayaan.

Para penggemar shopping memuaskan syahwat-belanja produk busana terbuat dari bahan cotton di mal-mal serta pasar tradisional Kolombo. Minuman air kelapa dan hidangan kepiting senantiasa siap memenuhi selera para wisatawan kuliner.

Sayang citra pariwisata gemilang Sri Lanka senasib dengan Bali sempat nahas tercemar angkara murka kekerasan yang dilakukan kaum teroris. Pada Hari Raya Paskah 21 April 2019, para pelaku bom bunuh diri menewaskan 259 warga termasuk 45 wisatawan asing dan melukai lebih dari 500 warga di tiga gereja Katolik di Kolombo, Negombo, dan Batticaloa serta di tiga hotel mewah di Kolombo.

Penulis adalah pembelajar kebudayaan dan peradaban dunia.


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya