Berita

Natalius Pigai/Foto: Tempo

Politik

Natalius Pigai: Gerakan 212 Mengubah Pandangan Negatif Barat Tentang Dunia Islam

MINGGU, 01 DESEMBER 2019 | 21:43 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Gerakan umat Islam di Indonesia yang terjadi beberapa tahun belakangan ini ikut membantu mengubah pandangan negatif atau stereotyping Barat terhadap dunia Islam.

Sebelumnya, Barat kerap memandang Islam sebagai sesuatu yang kelam, terbelakang, dan bahkan bertentangan dengan demokrasi. Namun, masyoritas masyarakat Islam di Indonesia telah membuktikan bahwa demokrasi dan Islam bukan dua hal yang harus dipertentangkan, dan Islam jelas tidak berseberangan dengan demokrasi.  

Begitu yang antara lain dipahami aktivis kemanusiaan dan mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai, dari berbagai peristiwa yang melibatkan umat Islam di Indonesia beberapa tahun belakangan ini.


Dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu (Minggu, 1/12), ia merujuk peristiwa 411 yang terjadi 4 November 2016 yang digelar untuk menuntut penegakan hukum atas pernyataan Basuki Tjahaja Purnama yang dianggap memprovokasi dan menistakan Islam, dan puncaknya gerakan 212 pada 2 Desember 2016.

Dua reuni yang terjadi setelah tahun 2016 itu, 212 di tahun 2017 dan 212 di tahun 2018 menurut dia juga memberikan sumbangan serupa.

“Gerakan 212 telah mengubah stereotype Barat tentang dunia Islam yang kelam,” ujar Natalius yang mendapatkan Democracy Award dari Kantor Berita Politik RMOL tahun 2017 lalu.

Dia meminta agar pemerintah dan pihak-pihak lain yang masih curiga tidak khawatir berlebihan atas rencana kegiatan Reuni 212 yang akan digelar besok, Senin (2/12) di Silang Monas, Jakarta.

“Tuhan jaga, Bro,” demikian Natalius Pigai.

Sebelumnya, Natalius Pigai juga pernah mengatakan bahwa di Indonesia tidak ada Islam yang intoleran, juga tidak ada Islam yang radikal, serta tidak ada Islam teroris.

Yang ada, menurutnya, adalah cara pandang pemimpin yang intoleran dan radikal. Hal inilah yang membangkitkan reaksi perlawanan di tengah masyarakat Indonesia yang mayoritas adalah umat Islam.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya