Berita

Sandiaga Uno/Net

Bisnis

Sandiaga Uno: Indonesia Harus Lihat Peluang Dari Perang Dagang AS Dan China

SABTU, 30 NOVEMBER 2019 | 08:09 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pengusaha yang sekaligus mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno memberikan pandangan bahwa Indonesia harus bisa melihat peluang dari adanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

"Program-program prioritas pemerintah ini mestinya mengarahkan kepada bagaimana kebijakan yang diperlukan agar ketidakpastian dunia ini tetap bisa memberikan peluang untuk ekonomi kita bertumbuh dan membuka lapangan pekerjaan," kata Sandi.

Hal itu disampaikan Sandi saat menjadi narasumber dalam Airlangga ASEAN+3 Youth Conference and Culture Program (AAYCCP) di Aula Amerta Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya, Jumat (29/11).


Menurut dia, anak-anak muda yang juga calon generasi masa depan bangsa Indonesia mempunyai peran penting dalam menggerakkan perekonomian di negeri ini. Apalagi, lanjut dia, anak-anak muda nantinya juga masuk ke dalam bursa lapangan kerja, sehingga kalau tidak disiapkan dari sekarang, akhirnya nanti tidak bisa mendapatkan lapangan kerja yang berkualitas.

"Sekarang ini bagaimana program program prioritas pemerintah yang berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja ini bisa dieksekusi dengan lebih cepat lagi, karena peluang dari perang dagang ini sangat terbuka sekarang," ujar Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno mengatakan rencana pemerintah yang akan menerapkan undang-undang baru Omnibus Law untuk menciptakan lapangan kerja dan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) perlu didorong. Hal ini dikarenakan 97 persen ekonomi Indonesia itu adalah UMKM dan lebih dari 98 persen lapangan kerja di Indonesia diciptakan oleh UMKM.

"Kita harus pastikan UMKM juga bisa tumbuh berkembang serta produk dan jasa milik Indonesia bisa berjaya dalam situasi ketegangan yang diakibatkan oleh perang dagang antara Amerika dan China," kata Sandiaga Uno.

Saat ditanya inovasi apa yang bisa disampaikan kepada pemerintah, Sandiaga mengatakan bahwa perekonomian bertumbuh lima persen plus, tapi yang perlu dilakukan adalah percepatan reformasi struktural, khususnya di bidang ketenagakerjaan, perpajakan, dan kemudahan berinvestasi.

"Itu yang akan mampu untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya," ujar Sandiaga Uno.

Ia menyarankan untuk pemberdayaan UMKM bisa diberikan kesempatan kepada anak-anak muda. Hal ini dikarenakan anak-anak muda saat ini membutuhkan satu kebijakan sehingga mereka bisa memulai startup teknologi, terutama mengenai bisnis-bisnis yang sekarang yang disebut sebagai digital ekonomi.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya