Berita

Zulkifli Hasan bersama Rhoma Irama/Net

Politik

Waketum PAN: Sangat Kerdil Jika Zulhas Tolak Dukungan DPW

JUMAT, 29 NOVEMBER 2019 | 16:45 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Dukungan 28 pengurus DPW PAN kepada petahana Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan untuk maju kembali di Kongres tahun depan telah disalahartikan.

Wakil Ketua Umum PAN Totok Daryanto menyebutkan, setelah dukungan itu diterima Zulhas. Kemudian, muncul pandangan bahwa ketum cukup satu periode.

"Muncul gagap pikir sebagian kader partai dengan mengatakan ketum hanya boleh menjabat satu periode," ujar Totok kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (29/11).


"Bahkan ada yang mengatakan apabila Zulkifli Hasan bersedia maju lagi dalam kongres tahun depan maka hal itu dianggap menjilat ludah sendiri," imbuhnya.

Totok mengatakan, Zulhas memutuskan maju karena dukungan pemilik suara di Kongres. Akan menjadi bahaya jika dukungan itu justru ditolak.

"Jika Zulhas memilih berpijak pada kepentingan pribadi, maka akan banyak kader yang menganggap Zulhas pemimpin yang kerdil," katanya.

Wakil Sekjen PAN Ahmad Yohan sebelumnya mengingatkan bahwa jabatan ketum PAN adalah satu periode. Hal ini sudah menjadi tradisi di partai berlogo matahari itu.

"Belum ada (sejarahnya) dua periode, ketua umum satu periode saja," ujar Yohan kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis kemarin (28/11).

Dikatakan Yohan, penekanan ketum cukup satu periode juga disuarakan oleh Zulhas saat maju di Kongres PAN 2015.

Saat itu, Zulhas menantang Hatta Rajasa yang juga berstatus petahana dalam bursa calon ketum.

"Dulu Pak Zul waktu maju kan juga bilang Pak Hatta sebaiknya satu periode saja menjaga tradisi ketua umum satu periode," jelasnya.

"Kenapa sekarang jadi dua periode?" tanya Sekretaris Fraksi PAN DPR itu menambahkan.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya