Berita

Dua pimpinan 2 kubu PPP beranjangsana bersama ke kediaman Hamzah HAz/Ist

Politik

Islah Dua Kubu PPP Diperlukan Untuk Rebranding Partai Songsong Pemilu 2024

KAMIS, 28 NOVEMBER 2019 | 06:12 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pintu islah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) semakin terbuka lebar. Ketua Umum PPP Muktamar Jakarta, Dr. Humphrey Djemat dan Plt Ketua umum PPP Pondok Gede, Suharso Monoarfa sudah beberapa kali melakukan pertemuan.

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an mengatakan, penyatuan dua kubu yang ada di PPP sangat perlu dilakukan. Menurutnya, Partai berlambang kakbah itu perlu penyegaran mesin politik untuk menyongsong Pemilu 2024.

"PPP butuh penyegaran mesin politik. PPP butuh soliditas yang kuat untuk menyongsong 2024. Pasca Romy tantangan PPP makin berat di tengah tidak adanya figur kuat yang mampu menjadi magnet elektoral," demikian Kata Ali Rof'an kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (28/11).


Ali menjelaskan, Islah merupakan suatu kebutuhan. Artinya makin solid partai makin baik. PPP perlu menyelesaikan persoalan internal, sehingga bisa fokus mengurus persoalan eksternal seperti bagaimana membuat rebranding untuk PPP.

"Konsolidasi untuk Pilkada demi memanaskan mesin politik, dan tentu mencari brand ambasador sebagai pendongkak suara. Tentu jika dua kekuatan disatukan pasti akan tambah kuat," tandas Ali Rif'an.

PPP Muktamar Jakarta akan menyelenggarakan Mukernas IV pada 30 November hingga 1 Desember 2019. Salah satu agenda pentingnya adalah menentukan arah penyatuan PPP. Disinilah dibahas secara rinci dan jelas bagaimana pelaksanaan Muktamar bermartabat dan setara tersebut.

Selain itu, PPP yang dipimpin Suharso Monoarfa juga akan melakukan Mukernas pada Desember ini.

Selanjutnya, tugas Humphrey dan Suharso mengolah hasil Mukernas masing-masing untuk mewujudkan Muktamar Bersama yang bermartabat dan setara.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya