Berita

Jaya Suprana/Istimewa

Jaya Suprana

Memahami Semantika

SELASA, 26 NOVEMBER 2019 | 09:10 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DALAM acara mengenang almarhum mahapenyair WS Rendra di TIM, mahaguru kedaulatan ekonomi nasional saya, Dr Rizal Ramli membaca puisi sambil celana sebelah kanannya sengaja digulung ke atas agar tampak cingkrang. Naga-naganya mantan Menko Ekuin di era Gus Dur ini terpapar gejala stigmasisasi radikalisme cadar dan celana cingkrang.

Radikalisme
Cadar dan celana cingkrang memang sempat dipermasalahkan sebab dianggap memiliki keterkaitan dengan apa yang disebut sebagai radikalisme.

Mengenai radikalisme saya sudah berulang kali menulis sebagai upaya meluruskan kekaprahan kekeliruan menggunakan istilah tersebut. Namun sebelum menulis mengenai cadar dan celana cingkrang sebaiknya saya harus terlebih dahulu memahami semantika kedua istilah tersebut.

Mengenai radikalisme saya sudah berulang kali menulis sebagai upaya meluruskan kekaprahan kekeliruan menggunakan istilah tersebut. Namun sebelum menulis mengenai cadar dan celana cingkrang sebaiknya saya harus terlebih dahulu memahami semantika kedua istilah tersebut.

Terlebih dahulu saya wajib tabayun demi belajar dari para narasumber yang lebih memahami makna cadar dan celana cingkrang yang sebenarnya.

Cadar
Cadar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia bermakna kain penutup kepala atau muka (bagi perempuan). Sementara Wikipedia menegaskan bahkan makna cadar adalah kain penutup kepala atau wajah bagi perempuan.

Niqab adalah istilah syar'i untuk cadar yaitu sejenis kain yang digunakan untuk menutupi wajah. Niqab dikenakan oleh sebagian kaum Muslimah sebagai kesatuan dengan jilbab (hijab).

Niqab banyak dipakai wanita di negara-negara Timur Tengah. Cadar dikenakan para muslimah di Pakistan, Bangladesh, maupun di negara-negara Barat.

Apabila KBBI dan Wikipedia tidak keliru, maka sebenarnya cadar tidak perlu dipermasalahkan. Atau agar adil, jika permasalahan berdasar pertimbangan keamanan, seharusnya semua penutup muka seperti topeng yang digunakan para penari topeng atau penutup bagian mulut dan hidung yang digunakan mereka yang sedang menderita selesma demi mencegah penularan ke orang lain maupun masker yang digunakan oleh para aparat keamanan sebagai perlindungan terhadap sengatan gas air mata, juga dipermasalahkan.

Celana Cingkrang
Mengenai celana cingkrang, beruntung saya tidak perlu repot mencari maknanya. Sebab pakar Bahasa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Hilmi Akmal sudah angkat bicara sebagai narasumber yang benar-benar bonafid.

Beliau menyebutkan bahwa celana cingkrang tidak ada kaitannya dengan radikalisme dalam arti positif apalagi negatif. Hilmi mengingatkan bahwa di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cingkrang memiliki arti terlalu pendek.

Maka makna celana cingkrang yang benar adalah celana yang terlalu pendek. Bahkan, berbagai pihak menyebut celana yang menggantung di atas mata kaki itu sebagai celana sirwal.

Namun Hilmi menegaskan hal itu juga belum tepat, karena sirwal berasal dari bahasa Arab untuk celana dari kata “sirwalun”. Beliau menyarankan agar penguasa menggunakan bahasa celana suro (sunah rosul) untuk celana yang menggantung di atas mata kaki. Bukan lagi celana cingkrang, karena maknanya sangat jauh berbeda.

"Menurut saya, karena celana model seperti itu mengikuti sunah Rasulullah dalam berpakaian, mengapa tidak disebut saja sebagai celana suro, celana sunah rosul," sarannya.

Apabila yang bijak diutarakan oleh pak Hilmi Akmal sebagai pakar bahasa UIN itu benar adanya, maka layak disayangkan apabila masih ada yang tega hati menstigmasisasi insan yang berupaya mengikuti sunah Rasulullah dalam berpakaian.

Penulis adalah pembelajar kebudayaan dan peradaban serta pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya