Berita

Norwegia/Net

Dunia

Tanggapi Insiden Pembakaran Alquran, Dubes Todung Mulya Lubis Temui Pemerintah Norwegia

SELASA, 26 NOVEMBER 2019 | 04:34 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Menyusul insiden pembakaran Alquran yang terjadi di kota Kristiansand, Norwegia oleh kelompok SIAN (Stopp Islamiseringen Av Norge/Stop Islamisasi di Norwegia) pada 16 November 2019, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Oslo pada Senin (25/11) menyampaikan keprihatinan kepada Kementerian Luar Negeri Norwegia.

Duta Besar Indonesia untuk Norwegia, Todung Mulya Lubis mengatakan, insiden pembakaran alquran sangat melukai perasaan umat muslim seluruh dunia. Todung meminta Pemerintah Norwegia agar berupaya menghilangkan segala bentuk tindakan yang mengarah ke islamophobia.

Selain itu, KBRI juga meminta pemerintah Norwegia mengusut tuntas kasus pembakaran Alquran. Tujuannya agar memberikan keadilan kepada semua pihak.


"Insiden ini berpotensi menimbulkan konflik dan mencederai nilai-nilai perdamaian yang berdasarkan toleransi dan kebebasan beragama. Kami mendorong kepada Pemerintah Norwegia untuk dapat mengusut insiden tersebut dan memberikan keadilan untuk semua pihak," demikian kata Duta Besar Todung Mulya Lubis, dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/11).

KBRI OSLO kata Todung, juga beberapa kali beberapa kali mengadakan kegiatan bersama dengan berbagai pemangku kepentingan di Norwegia. Selain itu pada bulan Oktober dan November 2019 KBRI Oslo dan Kementerian Luar Negeri Indonesia telah menyelenggarakan kegiatan Dialog Lintas Agama dan Dialog HAM.

"Kami berharap agar merebaknya Islamophoba bisa dihilangkan karena kebebasan beragama adalah hak asasi yang dimiliki semua warga," tambah Todung.

KBRI Oslo juga telah menyampaikan imbauan kepada seluruh WNI yang berada di Norwegia untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi serta mengikuti imbauan aparat hukum setempat.

"WNI juga diharapkan untuk selalu membawa identitas diri saat bepergian dan menghindari kerumunan yang dirasa mencurigakan dan menghubungi KBRI Oslo dalam keadaan darurat," pungkas Todung. 

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya