Berita

Rumah mewah Kemanggisan yang jadi markas penipuan WN China/Net

Presisi

Begini Modus Penipuan WN China Yang Digerebek Polisi Di 6 Lokasi

SENIN, 25 NOVEMBER 2019 | 18:49 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Petugas gabungan Direktorat Reserse Narkoba dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menggerebek enam rumah yang dihuni Warga Negara Asing (WNA) asal China yang dijadikan tempat untuk melakukan penipuan melalui telepon.

Enam lokasi yang digerebek secara serentak oleh Polda Metro Jaya berada di daerah Kemanggisan, Jakarta Barat; Griyaloka BSD Serpong, Tangerang Selatan; Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara; Bandengan Jakarta Utara; Perum Interkon Kebon Jeruk, Jakarta Barat dan Puri Mega.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, dari penggerebekan ini, polisi mengamankan puluhan orang Warga Negara Asing (WNA) asal China dan Indonesia.


Para pelaku kata Yusri melakukan penipuan melalui media telepon dan menipu warga China yang berada di negara China.

Modusnya, pelaku memanfaatkan jaringan telekomunikasi di Indonesia untuk melancarkan aksinya. Pelaku menelepon para korban yang ada di negara China dan melakukan penipuan dan meminta sejumlah uang.

"Mereka bersama-sama mereka biasanya menelepon ke warga negara sana (China), warga negara asing menyampaikan bahwa anda ada kesalahan sehingga perlu menghubungi. Ada kesalahan misalnya pajak kemudian ada kesalahan kasus di sana. Dia menawarkan untuk dibantu oleh kepolisian di negara sana," ungkap Yusri.

Saat menelepon, pelaku menggunakan sebuah kotak yang terbuat dari triplek yang dilapisi busa agar kedap suara dari luar. Hal tersebut dilakukan agar para korbannya tidak merasa curiga dengan suara pelaku lainnya yang sedang melakukan aksinya.

"Menelepon ke negara China sana kemudian menawarkan untuk dibantu kasusnya dan korban di sana akan mentransfer uang kepada petugas. Jadi nanti akan disambungkan, nanti ada silakan hubungi nomor sekian nanti ada petugas kepolisian misalnya yang akan membantu. Jadi sistemnya kayak penipuan menggunakan online atau telecom Fraud yang ada," bebernya.

Setelah memberikan nomor tersebut, jika korbannya percaya, maka korban akan menelepon nomor tersebut yang merupakan pelaku lainnya.

"Setelah itu mereka ditawarkan boleh membantu asal transfer ke nomor rekening sekian. itu sistem kasarnya," jelasnya.

Dari hasil penggerebekan di sebuah rumah mewah berlantai dua yang terletak di Jalan Anggrek Neli Murni, Kemanggisan, Pal Merah, Jakarta Barat, polisi mengamankan 26 orang. Dimana 24 orang merupakan WNA asal China dan dua orang lainnya asal Indonesia.

Polisi pun mengamankan berbagai barang bukti berupa puluhan unit handphone yang digunakan untuk melancarkan aksi penipuan serta alat-alat pendukung lainnya.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan olah TKP di rumah tersebut. Polisi juga memasang garis polisi di depan rumah mewah tersebut yang dijadikan untuk melancarkan aksi penipuan.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Empat Penjudi Sabung Ayam Nekat Terjun ke Sungai Usai Digerebek Polisi

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Maung Bandung dan Bajul Ijo Berbagi Poin di GBT

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:28

Umat Jangan Tergesa-gesa Simpulkan Pernyataan Menag soal Zakat

Selasa, 03 Maret 2026 | 02:59

Try Sutrisno dan Gerakan Kembali ke UUD 1945 Asli

Selasa, 03 Maret 2026 | 02:34

Iran Geram Kepemilikan Senjata Nuklir Israel Tak Disoal Dunia Internasional

Selasa, 03 Maret 2026 | 02:08

Aparat Sita Amunisi hingga Uang Tunai Usai Rebut Markas DPO KKB

Selasa, 03 Maret 2026 | 01:47

DPR Tugasi Bahtra Banong Bereskan Kasus Penipuan Travel di Sultra

Selasa, 03 Maret 2026 | 01:19

Wamen Ossy: Pemanfaatan AI Tunjang Pengelolaan Data Pertanahan

Selasa, 03 Maret 2026 | 01:00

Klaim Trump Incar Ali Khamenei untuk Bantu Rakyat Iran Cuma Bualan

Selasa, 03 Maret 2026 | 00:43

Selengkapnya