Berita

Wakil Presiden Maruf Amin/Net

Politik

Tak Mau Kalah, Wapres Maruf Juga Tunjuk Delapan Stafsus

SENIN, 25 NOVEMBER 2019 | 14:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Usai Presiden Joko Widodo (Jokowi), kini giliran Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin tunjuk delapan orang sebagai staf khusus (stafsus) wapres.

Jurubicara Maruf Amin, Masduki Baidlowi mengatakan, delapan stafsus itu ditugaskan untuk membantu pekerjaan wapres. Bahkan, mereka sudah mulai bekerja hari ini, Senin (25/11).

Masduki kemudian merinci delapan nama stafsus wapres. Mereka adalah mantan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir. Nasir diangkat menjadi stafsus wapres bidang reformasi birokrasi.


"Sekarang beliau mengurusi reformasi birokrasi, otomatis beliau juga menangani masalah pendidikan, terkait isu strategis," kata Masduki di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta.

Selain itu ada pula Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia Satya Arinanto. Satya ditunjuk sebagai staf khusus Wakil Presiden Bagian Hukum.

"Beliau sudah menjadi staf khusus mulai dari Pak JK (Jusuf Kalla). Beliau menangani masalah hukum," imbuhnya.

Kemudian, ada mantan staf khusus Menteri Pertanian Sukriansyah S. Latief, yang menjadi stafsus wapres bidang infrastruktur dan investasi.

Selanjutnya, ada Ketua MUI Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat Lukmanul Hakim, yang diangkat menjadi stafsus wapres bidang ekonomi dan keuangan. Ketua PBNU Muhammad Imam Aziz, yang ditunjuk menjadi stafsus wapres bidang penanggulangan kemiskinan dan otonomi daerah.

Ada juga Ketua PBNU Robikin Emhas menjadi stafsus wapres bidang politik dan hubungan antar lembaga. Selanjutnya, ada Guru Besar Hukum Islam UIN Syarif Hidayatullah Maskyuri Abdillah, yang menjadi stafsus wapres bidang umum.

"Dan tentu saja saya sendiri ya yang sebelumnya bersama wapres di bidang informasi dan komunikasi, yang sekaligus ditunjuk beliau sebagai juru bicara wakil presiden," tegasnya.
"Mulai dari sekarang. Setiap Selasa siang akan ada rapat koordinasi dengan Wapres dan deputi," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya