Berita

Aguk Irawan/RMOLJabar

Nusantara

Aguk Irawan: Aktivitas Kreatif Bisa Cegah Paham Radikal

SENIN, 25 NOVEMBER 2019 | 04:39 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

RMOL. Radikalisme bisa dibendung dengan banyak cara, salah satunya beraktivitas kreatif.

Sastrawan Aguk Irawan mengatakan, beraktivitas kreatif seperti menulis hal-hal baik membuat orang berpikir baik dan rasional.

Namun, untuk menjadi penulis yang baik, lanjut Aguk, seseorang harus menambah wawasan dan membiasakan berpikir untuk memahami sesuatu serta melihat sudut pandang berbeda dari sebuah fenomena.


"Tapi tak hanya menulis, harus dibarengi dengan membaca dan bertanya kepada ulama. Untuk dapat menulis dengan baik, harus banyak membaca, terus berpikir, konsisten dan istiqomah," ujar Aguk dilasnir dari Kantor Berita RMOLJabar, Minggu (24/11).

Aguk menambahkan, orang yang banyak membaca akan relatif lebih bahagia daripada yang tidak banyak membaca. Kebahagian akan bertambah jika orang tersebut bisa menumpahkan ide gagasan dan pandangannya dalam karya tulis.

"Apalagi, menulis merupakan bentuk amal jariyah. Sebab, dapat menginspirasi orang banyak," ucapnya.

Namun, tak selama menulis akan jadi kebaikan karena kalau materi tulisan yang dibuat menyesatkan apalagi hingga membuat orang keluar dari akidah maka tulisannya bisa merusak peradaban.

"Jika ada buku, tulisan atau ceramah yang isi hanya menyalahkan orang lain terus, lalu mereka senang mengkafir-kafirkan. Bahkan kepada sesama muslim, tanpa ada menyampaikan referensi yang jelas. Sebaik model seperti ini perlu dihindari, karena dia sudah menganggap dirinya paling benar," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya