Berita

Sukmawati Soekarnoputri/Net

Politik

Bukan Lembaga Hukum, MUI Tak Perlu Keluarkan Fatwa Untuk Sukmawati

MINGGU, 24 NOVEMBER 2019 | 22:46 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Majelis Ulama Indonesi (MUI) tidak perlu mengeluarkan fatwa terkait pernyataan Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden pertama RI Soekarno.

Hal itu disampaikan Direktur Riset SETARA institute Halili kepada wartawan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (24/11).

"Saya kira MUI tidak perlu mengeluarkan fatwa apapun," kata Halili.


Menurutnya, jika MUI kembali mengeluarkan fatwa terkait kasus Sukmawati, dikhawatirkan akan mengulangi kasus yang menimpa mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Kala itu MUI mengeluarkan fatwa bahwa Ahok dinyatakan melakukan penistaan agama.  

"Jangan mengulangi masalah yang kesekian kali, fatwa yang sebelumnya misal soal Ahok sebuah kesalahan," ujar Halili.

Ia juga mengingatkan bahwa MUI bukan lembaga hukum yang dijadikan sumber pengambilan hukum. Fatwa, kata dia, hanya sebatas rekomendasi dan imbauan yang itu bukanlah perundang-undangan.

"Maka fatwa MUI menurut saya bukan sumber hukum apapun dalam konteks ketatanegaraan kita, sehingga MUI tidak perlu mengeluarkan fatwa apapun mengeni itu," paparnya.

Sebab, kata Halili, kasus Sukmawati bukanlah kasus yang berkaitan dengan penodaan agama. Menurut dia, video full pernyataan Sukmawati tidak bisa disimpulkan sebagai pernyataan yang mengandung unsur penodaan agama.

"Saya tidak melihat itu, artinya dalam konteks itu biarkan saja statemen ibu Sukmawati itu sebagai bagian dari kebebasan berpendapat," tutur Halili.

"Ketika ada orang tidak setuju dengan statemen itu, gunakan saluran mengemukakan pendapat yang sama, bikin diskusi, gunakan media mainstream untuk menyampaikan pendapat yang berbeda dengan pandangan Sukma," tutupnya.

Sebelumnya, Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengeluarkan fatwa sebagai pernyataan sikap atas pernyataan Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan Nabi Muhammad dengan Presiden Soekarno.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya