Berita

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok/Net

Politik

Buktikan Tak Cocok Di BUMN, Aktivis Tionghoa Bongkar Kegagalan Ahok Pimpin Perusahaan Keluarga

MINGGU, 24 NOVEMBER 2019 | 17:52 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah menunjuk mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina.

Pengangkatan Ahok menjadi Komut di Pertamina menjadi pro dan kontra di beberapa kalangan. Seperti anggota Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak), Zeng Wei Jian. Zeng menolak Ahok diangkat menjadi Komut di Pertamina.

Zeng mengatakan, ia menolak Ahok masuk ke BUMN walaupun ia juga sepakat bahwa seseorang yang sudah menjalani hukuman terhadap apa yang diperbuat tidak fair jika masih terus dihakimi.


"Jadi secara hukum secara konstitusi saya gak melihat ada masalah dengan rekruitmen Ahok ini. Secara hak asasi manusia dan politik  sebagai warga negara tidak," kata Zeng Wei Jian di Jakarta Selatan, Minggu (24/11).

Aktivis Tionghoa tersebut membeberkan alasan menolak Ahok. Ia mengaku sepandapat dengan pernyataan ekonom senior, Rizal Ramli. Saat itu Rizal Ramil menyebut  Ahok tidak mempunyai pengalaman di state corporate.

"Faktor kedua baru hubungan rasional. Menurut pendapat saya pribadi dan sependapat dengan bang Rizal Ramli bahwa Ahok gak punya pengalaman di state corporate," tegasnya.

Tak hanya itu, Zeng pun membeberkan ketidaksetujuannya Ahok masuk di perusahaan BUMN lantaran Ahok memiliki history yang buruk di perusahaan keluarganya.

Di mana, Ahok, kata Zeng, pernah memimpin perusahaan tambang dan perusahaan keluarganya ketika ayahnya meninggal dunia.

"Dulu itu setelah papahnya meninggal karena dia anak laki-laki pertama, jadi tambang dan perusahaan-perusahaan keluarga itu jatuh ke dia sebagai pengganti bapaknya," jelasnya.

Namun, setelah beberapa tahun memimpin perusahaan warisan ayahnya, Ahok terkena sebuah kasus hingga Ahok sempat disidang oleh keluarganya.

"Tapi kemudian setelah beberapa tahun tiba-tiba ada sebuah kasus itu juga yang menjadi sebab kenapa dia ada benci sama Vivi karena Vivi yang ngedorong ekonomi keluarga ini sehingga Ahok sempat disidang keluarga dengan tuduhan korupsi," ungkapnya.

Hal tersebut diketahuinya berdasarkan cerita yang didapat dari staf pribadi Ahok, Natanael yang kala itu menjadi akuntan keluarga Ahok.

"Ini yang cerita Natanael, kenapa sih Natanael itu selalu dipercaya sama Ahok, saya kira awalnya dari situ. Jadi ketika Ahok disidang oleh mamahnya oleh adik-adiknya, si Natanael ini yang bela Ahok karena dia akuntan keluarga. Sejak itu si Natanael ini dianggap sangat loyal sama Ahok. Jadi ketika dia jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, masuk ke balaikota, itu dia selalu ikut," ungkapnya.

Dengan demikian, Zeng berkesimpulan bahwa Ahok tidak mampu memanage perusahaan hingga sempat disidang oleh keluarganya sendiri.

"Kenapa bisa sampai dia disidang dan segala macamnya? menurut saya itu indikasi bahwa dia gak menguasai memanage perusahaan gitu loh. Kalau menurut istilahnya Bang Rizal Ramli ya kelas Glodok gitu loh sedangkan yang kita hadapi ini adalah state corporate. Jadi dua hal itu menurut saya menjadi alasan saya kenapa saya menolak Ahok," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya