Berita

Ilustrasi kapal SBSS/Net

Pertahanan

Praktisi: Waspada Intelijen Asing Bermodus Kapal Kabel China

SABTU, 23 NOVEMBER 2019 | 16:57 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ada kesan pembiaran terkait adanya kapal kabel milik China yang beroperasi di Indonesia.

Menurut praktisi intelijen, Fauka Noor Farid, Kementerian Perhubungan seharusnya tidak boleh membiarkan cable ship itu menggelar kabel sistem komunikasi kabel bawah laut.

“Ini suatu keanehan. Kita harus waspada dengan giat intelijen asing. Bisa pula ada operasi kapal kabe SBSS milik China yang berbendera Panama dengan nama Kapal CS Bold Maverick yang beroperasi di perairan Indonesia sekitar Batam dan laut Natuna,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (23/11).


Saat ini, ada aturan asas cabotage yang melarang kapal berbendera asing melakukan kegiatan bisnis dan pemasangan kabel bawah laut di perairan Indonesia. Aturan ini sudah berlaku sejak 2011 sesuai UU Pelayaran 17/2008.

Asas ini memberikan kekuatan bahwa penyelenggaraan pelayaran dalam negeri sepenuhnya hak negara pantai.

“Artinya, negara pantai berhak melarang kapal-kapal asing berlayar dan berdagang di sepanjang perairan negara Indonesia,” lanjut Direktur Eksekutif Institute Kajian Pertahanan dan Intelejen Indonesia ini.

Beroperasinya kapal kabel asing berbendera Panama itu akan banyak merugikan negara Indonesia, terutama perusahaan kapal kabel nasional. Sisi pertahanan juga dikhawatirkan.

"Dari sisi pertahanan, yang kita khawatirkan digunakan untuk kegiatan mata-mata di laut Natuna yang kaya akan sumber daya alam,” lanjut mantan anggota Tim Mawar ini.

Kapal Indonesia harus diutamakan dibanding kapal berbendera asing. Jika kapal dalam negeri tak tersedia, maka kapal asing bisa diberikan izin kegiatan dengan catatan tetap tunduk pada asas aturan yang diberlakukan.

Atas dasar itu, ia meminta kepada Kemenhub untuk tidak mengeluarkan surat persetujuan pengunaan kapal asing, termasuk dari Kementrian Pertahanan.

“Jangan sampai mengeluarkan surat security clearance dan security officer untuk kapal kabel CS Bold Maverick milik asing yang akan melakukan kegiatan pengelaran kabel di wilayah perairan Indonesia. Kita harus waspada giat intelijen asing,” tandasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Ranny Arafiq Datangi Polda Bukan sebagai Anggota DPR

Minggu, 29 Maret 2026 | 20:11

Yusril Dapat Teror Usai Badko HMI Sumut Diskusi Kasus Penyiraman Air Keras

Minggu, 29 Maret 2026 | 19:28

Bagi SBY, Juwono Sudarsono Sosok di Balik Modernisasi Pertahanan RI

Minggu, 29 Maret 2026 | 19:13

Duh, 94.542 Penyelenggara Negara Belum Lapor LHKPN

Minggu, 29 Maret 2026 | 18:37

Bapera Klarifikasi Dugaan Pengeroyokan di Area Polda Metro Jaya

Minggu, 29 Maret 2026 | 18:06

Juwono Sudarsono Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:46

Anomali Lelang KPK: HP Oppo Rp59 Juta Tak Dilunasi Pemenang

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:26

Prabowo Bakal Bahas Isu Strategis dalam Lawatan ke Jepang

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:22

Stabilitas Pasokan dan Harga BBM Selama Mudik Dipuji Warganet

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:03

Gus Salam Serukan Hentikan Perang Iran-AS Demi Kemanusiaan

Minggu, 29 Maret 2026 | 16:39

Selengkapnya