Berita

Presiden Joko Widodo saat memperkenalkan staf khususnya/Net

Politik

Stafsus Milenial Bikin Gemuk, PKS: Jokowi Jalankan Politik Akomodasi, Bukan Meritokrasi

SABTU, 23 NOVEMBER 2019 | 16:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Masuknya tujuh orang generasi milenial ke dalam tim Staf Khusus Presiden Joko Widodo makin membuat gemuk pemerintahan. Penambahan staf juga bukti adanya politik akomodasi yang dilakukan presiden.

Demikian diungkapkan Jurubicara PKS, Muhammad Kholid dalam diskusi polemik di Ibis Tamarin, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11).

"Dia (Jokowi) bilang untuk periode kedua tidak punya beban. Apa yang terjadi saat ini? Yang ditunjukan Bapak Joko Widodo adalah big coalition, politik akomodasi bukan meritokrasi," ujar Kholid.


Baginya, gaya politik tersebut sulit bagi Indonesia menjawab tantangan yang sudah ada di depan mata. Contonhya tantangan ekonomi di mana pemerintahan Jokowi tidak terlalu berisik. Padahal, saat ini hampir semua pemimpin di dunia tengah khawatir akan ancaman resesi global.

Degan politik akomodasi, Jokowi hanya ingin menyenangkan semua pihak. Buktinya, beberapa orang staf khusus milenial yang dipilih merupakan bagian dari para pendukungnya pada masa pemilihan umum kemarin.

Selain itu, Kholid menambahkan, komposisi pemerintahan di lingkaran Jokowi untuk periode kedua ini juga menjadi paradoks.

"Pak Jokowi di periode kedua ingin lari, cepat, kerja, 'saya ingin melakukan debirokratisasi', tapi yang terjadi justru tambun, tidak bergerak lincah," tandasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya