Berita

Tuvalu/Net

Dunia

Tegaskan Dukung Taiwan, Tuvalu Tolak Mentah-mentah Proposal Bantuan China

JUMAT, 22 NOVEMBER 2019 | 14:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China agaknya tidak bisa meremehkan kedekatan hubungan Taiwan dengan Tuvalu, negara pulau di Pasifik Selatan. Buktinya, proposal China untuk membangun pulau-pulau reklamasi guna membantu Tuvalu meningkatkan permukaan daratannya langsung ditolak mentah-mentah.

Dalam wawancara bersama Menteri Luar Negeri Tuvalu, Simon Kofe pada Kamis (21/11), Reuters mengungkapkan Tuvalu telah menolak tawaran dari perusahaan-perusahaan China untuk membangun pulau-pulau buatan untuk mengatasi persoalan permukaan laut yang sedang membayangi pulau kecil di Pasifik Selatan itu.

Sayangnya, proposal China tersebut dipandang sebagai pendekatan untuk merusak hubungan diplomatik Tuvalu dengan Taiwan. Alih-alih menerima bantuan, Tuvalu justru menyatakan secara eksplisit dukungannya terhadap Taiwan.


"Hubungan diplomatik Tuvalu dan Taiwan adalah yang terkuat dari yang pernah ada," ucap Kofe seraya mengatakan Tuvalu bersama Kepulauan Marshall, Palau, dan Nauru akan berkolaborasi untuk melawan pengaruh China di kawasan.

Menjelang pemilihan ulang Taiwan pada Januari mendatang, China memang gencar melakukan kampanye menjauhkan Taiwan dari sekutu-sekutunya. Sejak Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menjabat pada 2016, China setidaknya telah membuat 7 negara menanggalkan hubungan diplomatik dengan Taiwan.

Contohnya, dalam beberapa bulan terakhir, Kiribati dan Kepulauan Solomon kompak untuk meninggalkan Taiwan dan tunduk kepada "one country, two system" yang digalang China.

Diungkapkan oleh Kofe, keputusan Kiribati untuk meninggalkan Taiwan karena dibujuk oleh China dengan iming-iming pesawat terbang. Sedangkan Kepulauan Solomon dirayu dengan dana pembangunan.

Sementara itu, menurut Kofe, pendekatan yang dilakukan oleh China kepada Tuvalu adalah dengan menggunakan perusahaan-perusahaannya. Mereka mendekati komunitas lokal dan mencari celah dengan mendukung rencana pemerintah untuk membangun pulau reklamasi senilai 400 juta dolar AS atau setara dengan Rp 5,6 triliun (Rp 14.102/dolar AS).  

"Kami mendengar banyak indormasi tentang utang, China membeli pulau-pulau kami, dan kami melihat pendirian pangkalan militer di wilayah kami. Itu adalah hal-hal yang memprihatinkan," ujar Kofe.

Upaya China untuk memperluas pengaruhnya di Pasifik tidak hanya membuat Taiwan khawatir. Kekhawatiran yang sama juga dirasakan oleh AS, Jepang, Australia, dan Selandia Baru.

AS bahkan tengah menjajaki proposal yang dilakukan China, yaitu untuk membantu membangun pelabuhan di Provinsi Malaita, Solomon dengan imbalan dapat berpatroli di wilayah tersebut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya