Berita

Saleh P. Daulay/Net

Politik

PAN: Pengangkatan 7 Stafsus Bertolak Belakang Dengan Efisiensi Birokrasi

JUMAT, 22 NOVEMBER 2019 | 10:56 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Presiden Joko Widodo harus menjelaskan detail kepada publik bagaimana mekanisme kerja tujuh Staf Khusus (Stafsus) Presiden dari kalangan milenial yang diperkenelakan pada Kamis kemarin (21/11).

Anggota Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengatakan, pengangkatan Stafsus Presdien ini berbanding terbalik dengan kebijakan efisiensi birokrasi yang dibangga-banggakan Jokowi.

"Pengangkatan itu seakan bertolak belakang dengan prinsip efisiensi anggaran yang dicanangkan," ujar Saleh saat dihubungi, Jumat (22/11).


Menurut Legislator Sumut II ini, tanpa ditambah Stafsus sebetulnya Jokowi sudah memiliki banyak pembantu dalam mengelola pemerintahan.

"Pembantu Presiden kan banyak. Mulai dari para menteri, wakil menteri, staf kepresidenan, juru bicara, staf rumah tangga kepresidenan, jumlahnya tidak sedikit," jelasnya.

Saleh khawatir dengan menambahan tujuh Stafsus baru itu, birokrasi pemerintah akan lebih rumit dibandingkan sebelum-sebelumnya.

"Dikhawatirkan, para staf khusus tersebut akan semakin membuat gemuk birokrasi di lingkungan Istana," imbuhnya.

Jokowi memperkenalkan tujuh Stafsus milenial yang akan membantunya, di Istana, Kamis petang (21/11). Jadi, total ada 14 Stafsus Presdien pada periode kedua Jokowi, dari sebalumnya 12 orang.

14 Stafsus Presdien itu adalah:

1. Adamas Belva Syah Devara (29) - founder dan CEO Ruang Guru
2. Putri Tanjung (23) - founder dan CEO Creativepreneur
3. Andi Taufan Garuda Putra (32) - founder dan CEO Amartha
4. Ayu Kartika Dewi (36) - pendiri Gerakan SabangMerauke
5. Gracia Billy Mambrasar (31) - pendiri Yayasan Kitong Bisa, Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia
6. Angkie Yudistia (32) - pendiri Thisable Enterprise, kader PKPI
7. Aminuddin Maruf (33) - aktivis kepemudaan mahasiswa, mantan Ketua Umum PMII.


8. Arif Budimanta - politisi PDIP dan ekonom di Megawati Institute
9. Dini Shanti Purwono - politisi PSI
10. Fadjroel Rachman - Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi
11. Sukardi Rinakit - Staf Khusus Presiden Bidang Politik dan Pers
12. Diaz Hendropriyono - Staf Khusus Presiden Bidang Sosial
13. AAGN Ari Dwipayana - Staf Khusus Presiden Bidang Politik dan Pemerintahan
14. Anggit Nugroho - Asisten Pribadi Presiden.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya