Berita

Politisi Demokrat, Roy Suryo/Net

Politik

Setidaknya, Tujuh Stafsus Milenial Jokowi Lebih Baik Dari Wacana Ahok

JUMAT, 22 NOVEMBER 2019 | 01:08 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Penunjukan tujuh staf khusus (Stafsus) Presiden yang berasal dari kalangan milenial seakan mengobati kekecewaan publik terhadap dipilihnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai petinggi perusahaan BUMN yang kini ramai ditentang.

Salah satu apresiasi penunjukan Stafsus ini datang dari mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo.

“Saya kali ini mengapresiasi langkah Presiden dibanding saat merestui langkah Menteri BUMN menunjuk Ahok kemarin,” kata Roy kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (21/11).


Menurut politisi Demokrat ini, Indonesia membutuhkan generasi milenial yang memiliki latar belakang akademik mumpuni untuk masuk ke jajaran pemerintahan dalam rangka membangun bangsa.

“Kebutuhan ke depan memang memerlukan sosok-sosok muda, berlatar belakang pendidikan dan karier yang jelas, meski beberapa di antaranya tidak bisa dilepaskan dari 'siapa orang tuanya' mereka tersebut,” ucapnya.

Roy menambahkan, generasi muda merupakan pemilik masa depan bangsa. Sudah sepatutnya pemerintah menggandeng milenial dalam membuat kebijakan.

“Artinya memang sudah sewajarnya Presiden memberi kesempatan anak-anak muda tersebut memberinya masukan-masukan berarti untuk masa depan bangsa ini,” tandasnya.

Tujuh Stafsus sudah diumumkan Presiden Joko Widodo. Mereka adalah founder dan CEO Ruang Guru, Adamas Belva Syah Devara (29); founder dan CEO Creativepreneur, Putri Tanjung (23); founder dan CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra (32); pendiri Gerakan Sabang Merauke, Ayu Kartika Dewi (36).

Kemudian pendiri Yayasan Kitong Bisa dan Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia, Gracia Billy Mambrasar (31); pendiri Thisable Enterprise dan kader PKPI, Angkie Yudistia (32); dan aktivis kepemudaan mahasiswa, mantan Ketua Umum PMI, Aminuddin Maruf (33).

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya