Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Studi: Kebijakan Bahan Bakar Bersih China Selamatkan Ribuan Nyawa

RABU, 20 NOVEMBER 2019 | 08:53 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

China telah menyelamatkan ratusan ribu nyawa pada tahun 2017 lalu dengan menerapkan aturan baru tentang emisi industri dan promosi bahan bakar bersih.

Begitu bunyi penelitian terbaru yang diterbitkan awal pekan ini di jurnal Prosiding National Academy of Sciences Amerika Serikat (PNAS).

Penelitian yang berfokus pada periode 2013-2017 itu dilakukan oleh sekelompok peneliti dan ilmuwan asal negeri tirai bambu.


Mereka menjelaskan bahwa zat partikulat PM2.5 yang sangat kecil sehingga dapat memasuki aliran darah, berpotensi menyebabkan kanker, stroke, dan serangan jantung dalam jangka panjang.

Pada tahun 2013, Beijing memiliki konsentrasi PM2.5 40 kali lebih tinggi dari level yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sejak saat itu, pemerintah memperkenalkan kebijakan udara bersih.
Studi tersebut menemukan penurunan signifikan di tingkat PM2.5 di seluruh China pada periode 2013-2017, bertepatan dengan standar baru untuk pembangkit listrik termal dan boiler industri, penggantian pabrik lama, dan peraturan emisi baru untuk kendaraan.

Meski cuaca juga dapat mempengaruhi konsentrasi PM2.5, namun studi tersebut menemukan itu memiliki dampak yang relatif kecil untuk periode penelitian itu.

Dikabarkan CNN, hasil penelitian itu menegaskan efektivitas tindakan udara bersih China baru-baru ini.

Hal itu pula lah yang membuat Beijing keluar dari daftar 100 kota paling tercemar di Asia dalam beberapa tahun terakhir. Menurut laporan Greenpeace dan AirVisual, tingkat polusi keseluruhan di Beijing adalah 10 persen, lebih rendah dari kota-kota di China antara tahun 2017 dan 2018.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya