Berita

Rizal Ramli/Net

Publika

Klasse Glodok Rizal Ramli

SELASA, 19 NOVEMBER 2019 | 22:02 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

MY Mentor, Bang Rizal Ramli bilang, "Ahok tidak punya corporate experiences, klas Glodok".

Ahokers Hard-Liner bereaksi. Dikapitalisasi oleh Charles Honoris dengan berkata, "Rizal Ramli dangkal sekali".

"Mungkin kontribusi mereka (Klas Glodok) buat negara nggak kalah sama Rizal Ramli yang hanya lebih kencang saja teriaknya," lanjut Charles Honoris.


Ahokers balik nyerang & tuduh Rizal Ramli rasis. Charles Honoris tampil sebagai Super Hero; Pembela Komunitas Tionghoa dari sentiment rasis Anti Tionghoa.

Rizal Ramli pun rada blingsatan. Dia shock difitnah sebagai rascist Anti Tionghoa. Sampai umbar informasi dirinya yang rekrut Jonan dan rekomendasi Thomas Lembong.

Dua figur Tionghoa ini gak lebih bagus dari Ahok. Cuma lebih santun. Enggak sekasar Ahok. Masing-masing punya plus-minus.

Medsos rame. Kubu Anti Ahok pura-pura bela Rizal Ramli. Mereka balik serang, melebarkan serangan dan mempertajam caci-maki dengan mengungkit figur-figur koruptor ethnis Tionghoa. Kecemburuan kelas sosial dikipas. Mereka pelintir justru para pedagang ethnis Tionghoa di Glodok mendapat fasilitas special dari negara dan pejabat.

Misalnya; Pedagang Tionghoa lebih mudah dapet pinjaman bank. Mereka cenderung lebih dipercaya otoritas perbankan daripada pedagang pribumi.

Bukan salah pedagang Tionghoa. Pemberi pinjaman bank bukan negara. Pedagang Tionghoa di Glodok sama sekali tidak dapet privilege negara apa pun.

Akibat manuver para Super Hero penyerang Rizal Ramli itu, Ethnik Tionghoa jadi sasaran racial-hatred dan racial-slur.  Padahal Rizal Ramli bukan seorang rascist. Kolega Tionghoanya banyak.

"Klas Glodok" istilahnya sama sekali ngga punya tendensi pejorative dan rascist. Di Glodok itu banyak Pedagang Pribumi. Misalnya my colleagues; Mr Waluyo dan Eko Galgendu. Keduanya akrab dengan Mr Chen Yi Ching pemilik Gedung HWI Glodok.

Istilah "Klas Glodok" merujuk pada swasta. Sehingga Rizal Ramli benar; Ahok yang berkarakter seperti Bos Pabrik, Bos Toko Spare Parts atau Preman Pasar Glodok ngga pas ditempatkan ke dalam mekanisme birokrasi state-corporate macam BUMN.

Karakter "Swasta" Ahok tampak saat dia jadi Gubernur Jakarta. Interaksi Ahok dan ASN Pemda jadi mirip pola hubungan Bos-Karyawan. Mayoritas Bos Toko kerap ngomelin buruhnya sesuka hati.

Padahal Birokrasi tidak begitu. Harus ada diplomasi dan seni. Jenderal Sutiyoso tidak pernah mempermalukan ASN selama menjabat Gubernur Jakarta. approachnya beda dengan Ahok.

Salah satu karakter "Klas Glodok" adalah TRUST. Saya bisa pinjam modal atau utang kepada Mr. Chen Yi Ching hanya dengan modal tanda-tangan di atas kertas rokok. Karena dia percaya saya. Nama baik yang utama. Jadi bisa cincai.

Pola bisnis corporate tidak bisa begitu. Semuanya berdasarkan aturan main legal formal.

Salah penempatan Ahok dalam ruang birokrasi sudah diketahui publik; Ribut Melulu...!!

Menurut saya, itu yang dikhawatirkan Bang Rizal Ramli. Dan saya kira, dia benar.

Penulis adalah anggota Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak)

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya