Berita

Faozan Amar/Net

Politik

Sayap PDIP: Sukmawati Tidak Mungkin Berniat Hina Nabi

SELASA, 19 NOVEMBER 2019 | 15:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pernyataan Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan Nabi Muhammad dengan pendiri bangsa Soekarno banjir kritikan dari masyarakat. Namun begitu, organisasi sayap PDI, Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) memberi pembelaan.

Ketua PP Bamusi Faozan Amar sangsi Sukmawati memang berniat menghina Nabi Muhammad. Sebab, adik dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri itu adalah seorang muslimah. Sukma juga merupakan anak dan cucu dari tokoh muslim.

“Bung Karno dan Ibu Fatmawati adalah muslim yang taat beribadah dan sangat maju. Begitu pula dengan kakek beliau KH Hasan Din di Bengkulu,” tegasnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (19/11).


Menurutnya, apa yang terjadi pada Sukmawati sebatas melakukan otokritik dan cara yang berbeda.

Lebih lanjut, Faozan meminta kepada umat Islam untuk bersama-sama introspeksi diri. Sebab, tidak menutup kemungkinan kesalahan Sukma terjadi karena pemuka agama tidak pernah mengajak atau mendampingi Sukmawati ikut pengajian.

“Sehingga beliau gagal paham atau salah paham tentang Nabi Muhammad SAW dan Soekarno,” urainya.

Kepada umat Islam, Faozan mengingatkan bahwa dakwah itu merangkul bukan memukul, mengajak bukan membentak, dan juga bukan membuly.

“Inilah saya kira strategi yang harus kita terapkan dalam berdakwah. Sehingga bisa diterima dengan baik,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya