Berita

Evariste Galois/Net

Jaya Suprana

Lintas Batas Terminologi

SENIN, 18 NOVEMBER 2019 | 11:11 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

AKIBAT terpesona bentuk-bentuk geometris beraroma matematikal pada seni rupa seperti yang fantastis digarap M.C. Escher, maka saya mengagumi dramatisme dan romantisme pada pemikiran Evariste Galois.
 
Matematika
Kesaktian Galois di bidang ilmu matematika mulai berkembang sejak 1823, saat mulai mempelajari karya-karya pemikiran Adrien Marie Legendre tentang geometri serta Joseph-Louis Lagrange tentang aljabar di bawah bimbingan Louis Richard.

Sejak usia 14 tahun, Galois sudah dihantui misteri “the impossibility of solving the general quintic equation by radicals“ yang tak kunjung terpecahkan selama 350 tahun.

Sejak usia 14 tahun, Galois sudah dihantui misteri “the impossibility of solving the general quintic equation by radicals“ yang tak kunjung terpecahkan selama 350 tahun.

Sejak lama para matematikawan eksplisit menggunakan formula melibatkan langkah-langkah operasional rasional serta ekstrasi akar sebagai solusi ekuasi aljabariah maksimal degree empat namun selalu gagal pada degree lima dan di atasnya.

Pada 1770, Lagrange mengambil langkah nekat demi mendayagunakan roots of an equation sebagai objek mandiri demi menelaah permutasi pada apa yang disebut sebagai akar-akar eguasi. Kemudian, pada 1799, pemikir Italia, Paolo Ruffini berupaya membuktikannya namun gagal.

Pada 1824, sang mahamatikawan Norwegia, Niels Abel berhasil membuktikannya.

Ekuasi
Terangsang oleh gagasan Lagrange meski sama sekali tidak mengenal pemikiran Abel, Galois sibuk mandiri mencari kondisi secukupnya yang dibutuhkan agar segenap ekuasi aljabariah pada tahap apa pun dapat solved by radicals.

Galois berkeyakinan bahwa untuk memecahkan masalah ekuasi kuintik dan di atasnya membutuhkan pendekatan dan penangangan yang sama sekali beda dengan ekuasi kwadratik, kubik, dan lain-lainnya.

Meski menggunakan konsep grup maupun konsep coset dan subgroup, namun Galois yang meninggalkan dunia fana pada usia sangat muda (20 tahun!) tidak pernah menggunakan terminologi konsep apa pun dan belum sempat mengonstruksi sebuah teori formal tentang pemikirannya.
 
Lintas Batas
Mohon dimaafkan, akibat kedangkalan pengetahuan tentang matematika maka saya tidak berani mengalihbahasakan beberapa terminologi matematika kelas langitan, demi tidak terlalu gegabah makin menjerumuskan diri saya sendiri ke lembah kekeliruan.

Namun, keterbatasan pengetahuan tentang matematika, tidak mengurangi kekaguman saya terhadap kelincahan serta keberanian pemikiran luar biasa jenial Evariste Galois melintas segenap batasan terminologi buatan manusia yang berusaha memisahkan matematika dari geometri, linguistik, seni-rupa, filsafat dan lain-lain istilah pengkotak-kotakkan yang pada hakikatnya semuanya sebenarnya sama saja dalam sama-sama  merupakan karsa dan karya pemikiran manusia.

Penulis adalah pembelajar pemikiran manusia.


Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

UPDATE

Polisi Gagalkan Penjualan Bayi Umur Tiga Hari

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:17

Impor Mobil Pikap India Ancam Industri Lokal

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:05

Bebek Amerika

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:43

Ijazah Jokowi seperti Noktah Hitam Pemerintahan Prabowo

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:27

Upaya Menghabisi Donald Trump Gagal Lagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:03

Impor 105 Ribu Pikap India Melemahkan Industri Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:36

Pengawasan Digital Mendesak Diperkuat Buntut Bus Transjakarta ‘Adu Banteng’

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:20

Pramono Jamin 3.100 Sapi Impor Australia Bebas PMK

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:11

Bukan cuma Salah Tukang Ojek di Pandeglang

Senin, 23 Februari 2026 | 23:50

Vendor Tempuh Jalur Hukum Imbas Proyek Bali Subway Mangkrak

Senin, 23 Februari 2026 | 23:43

Selengkapnya