Berita

Sukmawati dituntut meminta maaf terkait pernyataan kontroversialnya/Net

Politik

Indonesia Perlu Kedamaian, MUI Minta Sukmawati Klarifikasi Dan Minta Maaf

SENIN, 18 NOVEMBER 2019 | 10:23 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sukmawati Soekarnoputri kembali menjadi sorotan publik. Menyusul pernyataan kontroversialnya yang membandingkan Soekarno dengan Nabi Muhammad SAW.

Pernyataan Sukmawati yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden RI Pertama Ir Soekarno, dinilai sebagai penistaan agama dan sudah dilaporkan ke pihak kepolisian

Wakil Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI, Ikhsan Abdullah, mengingatkan putri Proklamator ini untuk segera mengklarifikasi pernyataannya.


"Sebaiknya diklarifikasi oleh Ibu Sukmawati, apa sebenarnya yang dimaksudkan. Agar tidak ditafsirkan secara liar oleh berbagai pihak. Terutama kelompok tertentu yang kurang suka kalau masyarakat kita tenteram dan damai," kata Ikhsan saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Senin (18/11).

Ikhsan juga meminta kepada Sukmawati, kalau saat menyampaikan pernyataan ada kata-kata  yang "kepeleset" maka harus segera meminta maaf kepada masyarakat, khususnya umat Islam.

"Kita perlu ketenteraman dan kedamaian agar kehidupan di masyarakat tercipta saling menghormati, bekerja sama dan saling menolong. Sesuai pesan yang disampaikan Bapak Wapres KH Maruf Amin dalam sambutannya ketika melepas jalan santai lintas Iman dari Sarinah ke Bundaran HI kemarin," lanjut  Ikhsan.

Diketahui, dalam sebuah diskusi bertema "Bangkitkan Nasionalisme, Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme", Sukma membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Bapaknya.

Pernyataan Sukma itu terekam dalam sebuah video yang dengan cepat menjadi viral. Sukmawati seolah mempertanyakan peran Nabi Muhammad SAW saat merebut kemerdekaan Indonesia.

"Sekarang saya mau tanya nih semua. Yang berjuang di abad 20, itu nabi yang mulia Muhammad apa Insinyur Soekarno? Untuk kemerdekaan Indonesia? Saya minta jawaban,” ujar Sukmawati dikutip dari video yang beredar tersebut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya