Berita

Andre Rosiade ingatkan Sukmawati untuk hati-hati dalam berbicara/Net

Politik

Sukmawati Harus Hati-hati Berkomentar Soal Agama Yang Tidak Dipahaminya

SENIN, 18 NOVEMBER 2019 | 10:12 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sukmawati Soekarnoputri kembali menjadi buah bibir. Bukan karena sebuah prestasi, Sukmawati kembali menjadi perhatian masyarakat karena melontarkan pernyataan penuh kontroversi.

Dalam sebuah diskusi bertema "Bangkitkan Nasionalisme, Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme" Sukma membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan ayahnya, Presiden RI pertama Ir Soekarno.

Akibat ucapan itu, banyak pihak yang marah dan menilai salah satu putri Bung Karno ini telah melecehkan Nabi Muhammad SAW. Sukma pun dihujani kritik dan hujatan. Bahkan sudah dilaporkan ke pihak kepolisian dengan tuduhan telah melakukan penistaan agama.


Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade ikut berkomentar melalui media sosial Twitter pribadinya.

"Dulu bu Sukmawati ramai soal Konde dan Jilbab. Sekarang ramai soal Nabi Muhammad dan Bung Karno. Saran saya, supaya tidak berpolemik, Ibu Sukmawati segera minta maaf," ungkap Andre, Senin (18/11).

"Dan berhati-hati berkomentar mengenai hal agama Islam yang mungkin Ibu kurang pahami. Negara ini butuh persatuan bukan kegaduhan," sambungnya.

Pernyataan Sukma itu terekam dalam sebuah video yang cepat menjadi viral. Sukmawati seolah mempertanyakan peran Nabi Muhammad SAW saat merebut kemerdekaan Indonesia.

"Sekarang saya mau tanya nih semua. Yang berjuang di abad 20, itu nabi yang mulia Muhammad apa Insinyur Soekarno? Untuk kemerdekaan Indonesia? Saya minta jawaban,” ujar Sukmawati dikutip dari video yang beredar tersebut.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya