Berita

Pementasan wayang orang Sang Sukrasana/RMOL

Nusantara

"Sang Sukrasana", Kisah Rakyat Jelata Yang Dikemas Modern

SENIN, 18 NOVEMBER 2019 | 00:58 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

SANG Sukrasana merupakan cerita pewayangan asli warisan budaya Indonesia. Kisah Sang Sukrasana terinspirasi dari situasi negara yang sedang dirundung kemelut perebutan kekuasaan dan melalaikan kepentingan rakyat kecil yang seharusnya wajib disejahterakan.

Adalah Bambang Sukrasana, putra dari Resi Suwandagni dan Dewi Wiyati yang memiliki wajah menyeramkan, buruk rupa. Tubuhnya besar, berpunuk di belakang badan, wajahnya merah dan bertaring panjang seperti raksasa.

Beda hal dengan Bambang Sukrasana, sang kakak bernama Bambang Soemantri memiliki wajah tampan dan gagah, serta berambisi dengan kekuasaan. Ia kerap meminta tolong adiknya, Sukrasana yang merupakan ksatria mandraguna untuk memindahkan taman Sriwedari sebagai mahar Permaisuri Citradewi yang diserahkan kepada kerajaan Mahespati.


Sukrasana yang sangat mencintai kakaknya, mengabulkan permintaan paling mustahil itu. Namun berkat kesaktian mandraguna yang dimilikinya, Sukrasana berhasil memindahkan Taman Sriwedari dari kahyangan ke bumi.

Setelah berhasil memindahkan Taman Sriwedari, Sukrasana meminta sang kakak untuk tidak meninggalkan dirinya. Sang kakak pun mengamini janji tersebut dengan syarat Sukrasana tidak boleh ke Taman Sriwedari tanpa dipanggil olehnya.

Lama tak dipanggil sang kakak, Sukrasana pun pergi ke Taman Sriwedari. Di sana banyak bidadari kahyangan dan juga Permaisuri Citradewi yang tengah menikmati keindahan Taman Sriwedari. Melihat kehadiran Sukrasana, mereka semua terkejut lantas melarikan diri karena ketakutan.

Mengetahui hal itu, Soemantri berang. Ia mencabut janji setianya kepada sang adik untuk selalu bersama-sama, dengan ambisinya yang tak ingin dianggap buruk oleh Kerajaan Mahespati, Soemantri akhirnya membunuh adik kandungnya sendiri.

Konsep Modern

Kisah wayang tersebut dikemas apik dengan tambahan teknologi visual, seperti perkenalan tokoh wayang orang dengan layar berbahan tembus pandang. Efek glittering untuk memberi kesan romantisme Prabu Citrasena dan istri tercintanya pun memanjakan mata penonton.

Meski menampilkan kesan wayang orang modern, Sang Sukrasana tak melepas unsur kebudayaan tanah Jawi. Hal itu tampak pada kostum yang dikenakan para pelakon dengan mengenakan pakaian khas Jawa lengkap dengan tariannya.

Tampilan tarian khas wayang dan juga tarian milenial seperti breackdance turut membuat penampilan wayang orang Sang Sukrasana mampu menghibur tak hanya kalangan orangtua, tapi juga generasi milenial.

Lagu pengiring pementasan khas dari gamelan Jawa dengan nyanyian merdu dari penyanyi wayang memberikan warna tersendiri yang tak lepas dari bagian pementasan wayang orang.

Jalan ceritanya pun dikemas cukup modern, tanpa menghilangkan esensi pesan cerita rakyat itu sendiri. Seperti adegan Sukrasana yang diperankan oleh Lukman Sardi memanggil kedua orang tuanya dengan papi dan mami.

Selain itu, lakonan cameo dari Inayah Wahid dan Tina Toon, serta Marsam dan Imuri juga cukup mencubit perhatin penonton.

Mereka menyampaikan pesan bahwa wayang orang harus dilestarikan dan ditonton oleh generasi millenial. Hal itu berangkat dari fenomena saat ini di mana wayang orang nyaris punah dan sedikit yang ingin menggeluti kesenian khas Jawa tersebut.

Selain itu, pesan yang ingin dihadirkan Jaya Suprana pada pementasan wayang orang ini adalah semangat rakyat jelata yang senantiasa mengabdikan diri bagi negara dan bangsa tanpa pamrih.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya