Berita

Basuki Tjahaja Purnama/Net

Politik

Rajin Loncat Partai, Ahok Harusnya Mawas Diri Dan Tak Masuk BUMN

SENIN, 18 NOVEMBER 2019 | 00:30 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pro dan kontra mengenai penunjukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai pejabat tinggi di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus bergulir. Bukan tanpa alasan, background Ahok yang menjadi narapidana membuat gerah sebagian kalangan.

Peneliti politik dari UNJ, Ubeidillah Badrun menyampaikan, penempatan Ahok di tubuh BUMN merupakan langkah yang kurang tepat. Pasalnya selain karena faktor latar belakang, Ahok juga merupakan kader partai politik dan rentan menjadi sapi perah partai jika menjabat posisi strategis di BUMN.

Direktur Pospol Indonesia ini menyarankan agar Ahok tak menerima lamaran tersebut dan lebih memfokuskan diri di partai politik.


“Dalam hemat saya, mencermati latar belakang Ahok yang tidak konsisten pindah-pindah partai, sebaiknya Ahok konsentrasi saja jadi politisi ulung PDIP, ia mesti  berjuang melalui partai politik untuk menunjukkan kepada publik bahwa selain politisi ulung, ia juga politisi sejati,”ungkap Ubeidillah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (17/11).

Pihaknya meminta agar Presiden Joko Widodo dan Erick Thohir mempertimbangkan kembali masuknya Ahok jika tidak ingin disebut sebagai titipan partai.

“Pejabat BUMN jika berasal dari partai politik sulit menghindari pandangan publik bahwa kepentingan partai politik ada di balik jabatan. Oleh karenanya sebaiknya hindari pejabat BUMN berlatar belakang partai politik,” tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya