Berita

Pendukung pementasan wayang orang "Sang Sukrasana"/RMOL

Nusantara

Sentil Kondisi Negeri, Jaya Suprana Gelar Pertunjukan Wayang Orang "Sang Sukrasana"

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 | 20:50 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pertunjukan wayang orang "Sang Sukrasana" yang diproduksi Laskar Indonesia Pusaka  dan dipentaskan di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (17/11) berisi sentilan pada kekuasaan yang sering abai terhadap pengorbanan kaum jelata.

"Sang Sukrasana" berkisah tentang kehidupan rakyat kecil, pengabdian dan persaudaraan yang dibungkam pengkhianatan akibat ambisi pada kekuasaan.

Menurut pemilik ide cerita, budayawan Jaya Suprana, kisah “Sang Sukrasana” memiliki korelasi dengan kondisi Indonesia saat ini.


Sukrasana yang digambarkan sebagai manusia yang memiliki wajah raksasa melambangkan rakyat jelata yang senantiasa mengabdikan diri pada negara dan bangsa tanpa pamrih kekuasaan maupun harta benda. Sukrasana dalam pementasan ini diperankan aktor Lukman Sardi.

Adapun sang kakak, Soemantri, digambarkan sebagai ksatria tampan rupawan, sosok yang memiliki ambisi dan mencintai kehidupan bergelimang harta dan kekuasaan. Diperankan oleh Ali Marsudi, Soemantri adalah sisi lain kemanusiaan.

“Sukrasana sakti mandraguna dan sederhana,  dan selalu siap berkorban untuk kakaknya yang sangat dicintainya. Sukrasana adalah personifikasi rakyat jelata yang tidak memiliki ambisi kekuasaan dan harta benda. Ia selalu siap mengorbankan diri bagi negara dan bangsa yang sangat dicintai rakyat,” tutur Jaya Suprana mendeskripsikan sifat Sukrasana.

“Adapun kakaknya yang ksatria tanpa ragu mengkhianatinya,” tutur Jaya Suprana lagi.

Sosok lain di balik pementasan ini adalah  Letnan Jenderal TNI Dodik Wijanarko yang merupakan ketua umum pementasan “Sang Sukrasana”.

Menurutnya, pagelaran wayang orang  ini menggambarkan hiruk pikuk kemelut dan perebutan kekuasaan. Seharusnya wong cilik tidak dikorbankan dalam perebutan itu, sebaliknya harus disejahterakan.

“Di dalam kisah ini terkandung maksud menanamkan rasa patriotisme, nasionalisme, persatuan ada kesatuan, juga kecintaan pada negara dan sesama bangsa. Agar kita tidak menjadi orang yang angkuh, yang sombong. Tetapi menjadi orang yang cinta terhadap rakyat. Itu pesan yang ingin disampaikan dari pentas ini,” kata Dodik Wijanarko kepada Kantor Berita Politik RMOL.

Aktor Lukman Sardi yang membawakan sosok Sukrasana dengan baik dengan satu dua humor dan sedikit gaya mbeling, mengatakan pesan utama yang disampaikan kepada khalayak penonton dan masyarakat adalah agar rakyat loyal terhadap negara dan penguasa mencintai rakyat.

“Sukrasana menggambarkan rakyat yang loyal terhadap negara yang setiap saat bersedia membantu negara dalam keadaan apapun. Kadang rakyat dilupakan. Dalam situasi tertentu rakyat digunakan untuk mencapai kepentingan kekuasaan dan setelah itu  dilupakan. Inilah inti dari kisah persaudaran Sukrasana dan Soemantri,” ujar Lukman Sardi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya