Berita

Basuki Tjahaja Purnama/Net

Politik

Sebelum Angkat Ahok Jadi Bos BUMN, Jokowi Disarankan Terapkan Teori Kaca Spion

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 | 15:11 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Langkah Menteri Badan Usaha MIlik Negara (BUMN) yang ingin mengangkat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai bos di perusahaan plat merah terus menuai kontroversi.

Analis politik dari Lembaga Survei Kedai Kopi Hendri Satrio menyarankan agar Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Erick Thohir untuk berpikir ulang rencana pengangkatan Ahok sebagai pejabat tinggi di BUMN.

“Iya ini, saya sih menyarankan kepada Pak Jokowi untuk pakai teori spion. Spion itu kan melihatnya ke belakang untuk maju ke depan, bukan liat ke belakang untuk ada di belakang terus,” ungkap pria yang akrab disapa Hensat kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (17/11).


Menurut Hensat, ada baiknya Presiden Jokowi dan Erick Thohir untuk melihat ke belakang untuk mengarah maju ke depan. Hal ini dilakukan agar tidak ada pertentangan ketika Ahok duduk di BUMN.

“Artinya lihat juga Ahok pernah gimana buat negeri ini? Supaya negeri ini enggak balik lagi ke zaman tiga tahun, empat tahun lalu,” paparnya.

Dia mengaku Ahok memiliki kapasitas untuk menjadi pejabat BUMN namun harus dipertimbangkan secara matang.

“Secara kapasitas sih, saya enggak masalah dengan Pak Ahok. Saya yakin dia orang yang baik gitu, dan kalau diberikan tugas untuk memimpin ini bisa,” tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya