Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Lewat Cerita Kakek Dan Cucu, Jokowi Ajak Rakyat Berani Mencoba Dan Berubah

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 | 09:29 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Presiden Joko Widodo mengajak rakyat Indonesia untuk berani mencoba hal baru dan berani berubah. Ajakan itu disampaikan langsung dalam akun Twitter pribadinya, sesaat lalu, Minggu (17/11).

Dalam akun Twitter itu, Jokowi turut mengunggah cerita seorang kakek berkemeja putih menemani cucunya bermain.

Kakek itu duduk di kursi sambil menikmati minuman dari cangkir yang terletak di meja di depannya. Sementara sang cucu yang mengenakan kaos kuning duduk di lantai dengan mainan balok susun warna-warni.


Sang cucu kemudian menyusun balok tersebut. Balok merah besar disusun di bawah dengan cara berdiri, lalu di atasnya secara memanjang ditaruh balok kuning panjang. Dilanjutkan tabung berwarna hijau dan biru yang disusun tegak. Balok merah dan hijau berturut-turut menyusul hingga atas.

Prakk, balok rubuh. Sang kakek kaget dan pandangannya langsung tertuju ke cucu. Dia lantas beranjak dari kursi dan menghampiri cucunya ke lantai.

“Yah kok jatuh terus,” kata cucu mengadu.

“Cup cup, dah jangan nangis,” ujar kakek menenangkan cucu.

“Gimana dong mbah,” sang cucu meminta bantuan.

Kakek mengambil balok merah besar, lalu ditidurkan sebagai pondasi.

“Coba yang bawah posisinya tidur kayak gini,” tegasnya.

Sang kakek lalu menyusun, tabung berwarna biru dan hijau ditumpuk sebagai tiang. Kemudian, balok kuning panjang ditidurkan juga di atas kedua tiang tersebut sebelum kemudian ditaruh kubus berwarna merah dan limas hijau di paling atas.

“Nah bisa kan,” ujar kakek.

“Yes, kok mbah tahu,” tanya sang cucu.

Kakek lalu menuntun cucunya berjalan-jalan sembari menjelaskan apa yang bisa dipetik pelajaran dari permainan tadi.

“Pantang menyerah, itu bagus. tapi kalau cara yang sama selalu gagal, kita harus berani mencoba cara yang baru,” urai kakek.

“Kalau cara yang sama selalu gagal, pakai cara baru, harus berani berubah,” tekan kakek mengakhiri cerita tersebut.  

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya