Berita

Konsul Kehormatan Mongolia Tjandra Mindharta Gozali menyerahkan angklung kepada penyanyi Opera Mongolia/RMOL

Dunia

Opera Mongolia Menghentak Jakarta

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 | 00:25 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Mongolia menghentak Jakarta. Sabtu malam (16/11), di Studio 1, Cinema XXI, Epicentrum Walk, Karet Kuningan, Jakarta Selatan.

Empat penyanyi opera dari negeri Jenghis Khan yang menghentak Jakarta itu adalah Enkhobold Ankhbayar, Davaasuren Otgonjargal, Delgersuuri Duinhor, dan Namnansuren Naranbaatar.

Keempatnya merupakan penyanyi nasional yang memiliki reputasi dunia. Salah seorang di antaranya, Enkhobold Ankhbayar, juga merupakan Utusan Kebudayaan Mongolia.


Pada bagian pertama, lagu yang mereka nyanyikan dengan suara baritone dan tenor juga mezzo-soprano dan soprano adalah karya-karya klasik, seperti Oh My Dear Papa karya maestro Giacomo Puccini, Toreador Song karya komposer George Bizet, juga La Donna E Mobile karya komposer Giuseppe Verdi yang diciptakan untuk Opera Rigoletto tahun 1851.

Selain itu juga ada lagu I’m Mongolian dan Mongolian Steppe, serta Phantom of the Opera.

Pada bagian kedua, keempat penyanyi aria ini membawakan lagu-lagu yang lebih “muda” seperti What a Wonderful World yang diciptakan Bob Thiele dan dinyanyikan pertama kali oleh Louis Armstrong, Beyond the Sea yang musiknya diciptakan Charles Trenet untuk film La Mer dan liriknya ditulis Jack Lawrence, serta karya Elvis Presley, It’s Now or Never.

Penampilan Enkhobold Ankhbayar dkk sungguh menghibur penonton. Tepuk tangan panjang diberikan setiap kali mereka menyelesaikan satu nomor.

Dalam sambutan di pembukaan opera, Konsul Kehormatan Mongolia Tjandra Mindharta Gozali mengatakan, hubungan Indonesia dan Mongolia yang dijalin pertama kali pada 1956, khususnya di bidang politik dan ekonomi, tumbuh dengan pesat dalam beberapa tahun terakhir.

“Pemerintah kedua negara baru-baru ini mengeksplorasi kemungkinan kerjasama yang spesifik dalam berbagai bidang, seperti energi, pendidikan, perdagangan, sosial, dan pendidikan,” ujarnya.

“Ada semangat kebersamaan yang kuat antara kedua negara kita,” sambungnya sambil mengatakan keyakinannya bahwa pertunjukan Opera Mongolia itu juga akan memberikan manfaat dalam upaya mengintensifkan kerjasama kebudayaan dan pariwisata.

Sementara Wakil Menteri Luar Negeri Mongolia Battsetseg Batmunkh yang hadir dalam pementasan mengatakan, saling pengertian, persahabatan dan kedekatan masyarakat dua negara memainkan peranan penting dalam peningkatan kualitas hubungan bilateral.

“Sangat penting untuk mempromosikan hubungan people to people (dengan pertukaran kebudayaan),” ujarnya.

Dia menambahkan, Mongolia memandang Indonesia sebagai salah satu partner penting di kawasan, dan Mongolia siap menjalin hubungan dalam aspek yang luas

Dia juga menegaskan, kedua negara memiliki nilai yang sama, yakni mendukung penguatan demokrasi di kawasan, prinsip rule of law, good governance, dan perdagangan yang saling menguntungkan.

“Kebudayaan tradisional adalah esensial untuk menjamin kebebasan dan kemerdekaan di dunia modern dan membuat negara-negara semakin dekat serta menciptakan perdamaian dan harmoni,” sambung Wamenlu Battsetseg Batmunkh yang mengenakan baju bermotif khas Mongolia berwarna hijau muda.

Mengenai penampilan para penyanyi Opera Mongolia, Wamenlu Battsetseg Batmunkh mengatakan, kemampuan keempat penyanyi memperlihatkan betapa bernyanyi memang merupakan bagian esensial dari kehidupan masyarakat nomaden di padang rumput.

“Ini diwariskan di dalam darah kami dari satu generasi ke generasi berikutnya,” demikian Wamenlu Battsetseg Batmunkh.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya