Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Jokowi: Peristiwa Sekecil Apapun Jangan Digampangkan

RABU, 13 NOVEMBER 2019 | 17:17 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kecanggihan teknologi dapat mengubah perilaku manusia dengan cepat. Ini lantaran proses interaksi sosial mulai mudah melalui sosial media.

Atas alasan itu, Presiden Joko Widodo mengingatkan aparat keamanan untuk berhati-hati dan tidak meremehkan peristiwa sekecil apapun yang disebar di sosial media.

“Saya titip ini, terutama untuk jajaran TNI dan Polri, melihat sekecil apapun peristiwa jangan menggampangkan. Karena kita penuh discontent atau  ketidakpuasan, hati-hati,” ujarnya saat Rakornas Pemerintah Pusat dan Forkompimda di SICC, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).


Mantan gubernur DKI Jakarta itu kemudian mempermasalahkan mengenai kegaduhan politik yang terjadi di Hong Kong. Aksi unjuk rasa berlangsung hingga lima bulan di negeri tersebut.

“Dari sebelumnya ekonomi sangat bagus karena urusan ekstradisi kasus-kasus hukum untuk bisa ditarik ke China daratan, mereka tidak mau. Akhirnya, jadi ada urusan yang sebelumnya tidak diperkirakan,” paparnya.

Selain itu, ada juga konflik di Chile. Kegaduhan di negeri Amerika Selatan itu terjadi akibat tarif transportasi.

“Chile juga sama. Urusan kenaikan tarif transpor yang hanya 4 persen, sehingga seharusnya APEC yang harusnya dilaksanakan di bulan ini dibatalkan. Hati-hati discontent seperti ini,” tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya