Berita

Basuki Tjahaja Purnama/Net

Politik

Ahok Ditawari Jadi Bos BUMN, Pengamat: Jangan Sampai Jadi Panggung Politik

RABU, 13 NOVEMBER 2019 | 15:06 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku ditawari Menteri BUMN  Erick Thohir menjadi salah satu pimpinan perusahaan BUMN.

Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI) Ade Reza Hariyadi mengatakan, penunjukan Ahok sesungguhnya bukanlah sesuatu yang mengagetkan, mengingat Ahok merupakan loyalis Jokowi di Pilpres sejak 2014 hingga 2019. 

"Posisi di BUMN mungkin dianggap  tepat mengingat Ahok juga punya pengalaman bisnis dan juga tidak terlalu menarik perhatian publik," katanya saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (13/11).


Ade menyebutkan, Jokowi perlu mempertimbangkan dampak politik apabila Ahok dipilih jadi bos BUMN. Jokowi, kata Ade tentu memiliki kepentingan menciptakan stabilitas politik.

Menurut Ade, sepanjang jabatan yang diemban Ahok tidak akan dijadikan ajang politik, kontroversi penunjukkan mantan Gubernur DKI itu bisa diminimalisir.

"Selain itu, sepanjang jabatannya di BUMN tidak dijadikan panggung politik tentu potensi kontroversi bisa dihindari," pungkasnya.

Informasi yang dihimpun Kantor Berita Politik RMOL, Ahok memiliki rekam jejak yang tidak mulus. Politisi PDIP itu sempat tersandung kasus pembelian bus rusak dari China dan pembelian mark-up RS Sumber Waras.

Selain itu kasus yang paling menyedot perhatian adalah saat Ahok tersandung masalah kasus penistaan agama yang membuat namanya sempat redup.


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya