Berita

Wiranto/Net

Politik

Bambang Sujagad: Dua Bundel Uang Wiranto Tidak Jelas Asalnya Dan Sudah Kadaluarsa

RABU, 13 NOVEMBER 2019 | 13:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mantan Bendahara Umum Partai Hanura, Bambang Sujagad Susanto, akhirnya bicara soal gugatan atas dirinya yang dilayangkan bekas atasannya, Wiranto.

Bambang membeberkan uang yang dititipkan kepadanya ternyata sudah kadaluwarsa atau tidak berlaku lagi.

"Maaf, saya belum pernah utang uang sama beliau. Beliau yang punya kepentingan untuk menitipkan uang dolar Singapura (yang tidak laku), kepada saya untuk ditukar agar laku dipakai. Saya tidak menerima imbalan jasa, semata-mata saya lakukan karena kepatuhan saya sebagai bendahara umum," kata Bambang dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (12/11).


Wiranto menyerahkan dua bundel uang masih dalam bungkusan plastik (belum pernah dibuka) kepada Bambang pada 17 November 2009.

Satu amplop uang berisi 31 lembar. Setiap lembarnya pecahan 10 ribu dolar Singapura atau Rp 100 juta per lembar. Total 2.310.000 dolar Singapura. Bambang diminta menandatangani satu lembar kwitansi.

"Seminggu kemudian dipanggil lagi, disodori satu lembar kertas untuk ditandatangani. Kertas tersebut isinya perjanjian penitipan uang yang telah dibuat oleh Pak Wiranto," ujar Bambang lewat kuasa hukumnya, Durapati Sinulingga, Selasa (12/11).

Namun, uang tersebut tidak diterima atau tidak dapat ditukarkan di Bank Singapore karena tidak jelas asal-usulnya. Lembaran pecahan uang itu sudah kadaluwarsa masa edarnya yaitu tahun 1997-2002.

Agar uang tersebut bisa cair, "Satu- satunya cara uang tersebut dijual atau tukarkan di pasar uang Singapura," tegas Bambang.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya