Berita

Mahendra Siregar

Politik

Tolak Diskriminasi Sawit, Wamenlu Mahendra Layangkan Surat Protes Ke Uni Eropa

RABU, 13 NOVEMBER 2019 | 09:14 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Indonesia menentang keras sikap diskriminasi yang dilakukan Uni Eropa (UE) terhadap kelapa sawit Indonesia. Pada pekan lalu, tepatny Rabu (6/11), Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar melayangkan surat protes ke UE.

Dalam surat resmi yang ditujukan kepada Komisioner Perdagangan Uni Eropa Cecilia Malmstrom itu, Mahendra mengungkapkan kekecewaan Indonesia atas dokumen internal UE yang bocor ke ranah publik yang menunjukkan aksi diskriminasi dari UE.

"Pemerintah Indonesia menganggap tidak ada gunanya memperdebatkan keaslian dokumen RED II Delegated Act Leak yang didelegasikan oleh RED II. Ini menegaskan tindakan UE untuk mendiskriminasi ekspor minyak kelapa sawit adalah cacat ilmiah," tulis Mahendra.


Meski demikian, Indonesia, kata Mahendra, akan tetap mengedepankan itikad baik melalui proses diplomasi dan negosiasi untuk menyelesaikan masalah ini untuk tetap mengedepankan prinsip saling menghormati.

Mahendra mengungkapkan, lebih lanjut pemerintah Indonesia akan melakukan proses pembicaraan dengan negara-negara UE untuk melihat sejauh mana mereka mendukung diskriminasi ini.

"Terlepas dari kurangnya itikad baik dari UE terhadap negara-negara penghasil kelapa sawit, Indonesia masih mementingkan hubungan bersahabat secara keseluruhan dengan mitra dagang utama kami," tuturnya.

Dalam dokumen internal UE yang bocor  disitusnya, UE mengakui bahwa sawit tidak memperburuk lingkungan dari segi sustainability. Namun dengan alasan tidak ramah lingkungan, UE melarang ekspor kelapa sawit. 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya