Berita

Perjamuan Terakhir/Net

Jaya Suprana

Perjamuan Terakhir

RABU, 13 NOVEMBER 2019 | 05:59 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

“THE Last Supper” alias Perjamuan Terakhir Jesus Kristus dengan murid-muridnya kerap dilukis para mahapelukis era Renaisans seperti Tintoretto,  Giampietrino, Solari, Gaddi, Orcagna, Castagno Ghirlandaio, Perugino, Sarto, Franciabigio dan lain-lain.

Pada abad XX, Salvador Dali juga sempat melukis Perjamuan Terakhir dalam gaya surrealisme. Namun Perjamuan Terakhir paling tersohor akibat paling sering dipromosikan adalah mahakarya Leonardo da Vinci yang kini dapat disaksikan di dinding refektori biara Santa Maria delle Grazie di Milan, Italia.

Menarik, para pelukis yang melukis Perjamuan Terakhir semuanya berjenis kelamin lelaki. Tidak banyak yang tahu bahwa seorang pelukis Perjamuan Terakhir adalah perempuan yaitu Plautilla Nelli.


Florence

Lukisan “Perjamuan Terakhir” mahakarya Plautilla Nelli beda dari para lukisan bertema sama yang dibuat oleh kaum lelaki.  Jika delapan lukisan Perjamuan Terakhir di Florence termasuk lukisan Leonardo da Vinci di Milan semuanya merupakan fresko yang dilukis langsung pada dinding maka mustahil dipindah, lukisan Nelli dilukis dengan cat minyak di atas kanvas ukuran sekitar 7 X 2 meter maka relatif lebih mudah dipindah. Sampai saat ini, diyakini bahwa mahakarya Plautilla Nelli merupakan lukisan Perjamuan Terakhir pertama yang dilukis oleh seorang perempuan sejak empat setengah abad yang lalu.

Otodidak

Plautilla Nelli belajar melukis secara otodidak di biarawati Santa Katerina da Siena di kawasan Piazza San Marco, Florence  sejak berusia 14 tahun. Nelli melukis Perjamuan Terakhir di mana Jesus dan para apostelnya makan malam bersama tanpa mengutamakan ruang makan namun lebih fokus pada  hidangan yang sama dengan yang disantap para biarawati Domenikan di biara seperti kambing panggang, roti, anggur, selada dan kacang polong vava yang lazim di Toskana, Italia. Para biarawati makan di ruangan di mana lukisan Perjamuan Terakhir mahakarya Nelli terpampang di dinding refektori biara selama dua abad.  

Napoleon

Kemudian pada akhir abad XVIII, Napoleon menjajah Italia dan mulai menindas ordo-ordo keagamaan. Pada tahun 1808, akhirnya biara Santa Katerina di Florence ditutup sehingga lukisan Perjamuan Terakhir Nelli lenyap ditelan jaman. Kemudian mahalukisan Paulitta Nelli dipindah ke biara Santa Maria Novella yang terletak hanya sekitar satu setengah kilometer dari Santa Katerina.

Di rumahnya yang baru, lukisan Nelli pertama diletakkan di dalam gudang di atik sebelum dipindah ke refektori,  lalu dipindah ke ruang yang lebih kecil pada tahun 1930 sampai pada tahun 1983 dipindah ke ruang makan yang kemudian dirubah fungsi menjadi museum.

Sejak Oktober 2019, para pencinta seni dapat membeli tiket masuk untuk mengagumi mahapesona lukisan Perjamuan Suci mahakarya Paulitta Nelli di Museum Santa Maria Novella di Florence dipajang pada sebuah dinding terbentang memanjang sekitar 8 meter seolah memang dipersiapkan oleh Yang Maha Kasih demi abadi menampilkan keindahan lukisan Perjamuan Suci mahakarya seorang biarawati bernama Paulitta Nelli.

Penulis adalah pembelajar kebudayaan dunia

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

UPDATE

Sidang Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas Dikawal Puluhan Banser

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:13

Pramono Setop Izin Baru Lapangan Padel di Zona Perumahan

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:08

Komisi II DPR Dorong Partisipasi Publik dalam Penyusunan RUU Pemilu

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:07

Usulan Masyarakat Patungan MBG Dinilai Problematis

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:03

CELIOS Surati Presiden, Minta Perjanjian Tarif Indonesia-AS Dibatalkan

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:03

Tewasnya El Mencho Disebut-sebut Bagian dari Operasi Senyap Trump Basmi Kartel Meksiko

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:56

Ribuan Buruh Bakal Kepung DPR Tuntut Pembatalan Impor Pickup 4x4

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:49

Emas Antam Loncat Rp40 Ribu Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:44

Gubernur Lemhannas: Potensi Konflik Global Bisa Picu Perang Dunia Ketiga

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:39

KSPI Tuduh Perusahaan Gunakan Modus “Dirumahkan” via WhatsApp untuk Hindari THR

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:28

Selengkapnya