Berita

Presiden Joko Widodo dan Ketum Nasdem Surya Paloh/Net

Politik

Beri Panggung Untuk Anies, Nasdem Mulai Anggap Jokowi Masa Lalu

SENIN, 11 NOVEMBER 2019 | 01:40 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Keterbukaan Partai Nasdem yang mulai memberikan panggung politik kepada sosok lain seperti Anies Baswedan berpotensi memberi kesan negatif di mata publik.

Berbagai manuver yang belakangan dilakukan partai pimpinan Surya Paloh ini bahkan terkesan menempatkan Presiden Joko Widodo sebagai masa lalu.

“Jangan sampai SP (Surya Paloh) dipersepsikan oleh publik sedang membangun branding bahwa Jokowi seolah masa lalu, sedangkan Anies Baswedan sebagai masa depan dalam rangka menuju Pemilu 2024,” ujar pengamat politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing ketika dihubungi, Minggu (10/11).


Di tengah manuvernya ke parpol oposisi seperti PKS dan membranding tokoh lain di luar Jokowi ini, Emrus mengingatkan bahwa Nasdem telah mendapat tiga kursi menteri di Kabinet Indonesia Maju di bawah kepemimpinan Jokowi.

“Persepsi branding semacam ini kurang produktif karena tiga kader Nasdem ada di kabinet. Ini berpotensi sebagai politik dua kaki,” papar Emrus.

Terlebih saat ini Surya Paloh tak sepenuh hati mendukung pemerintahan Jokowi periode 2019-2024. Sikap politik Nasdem itu berbeda dibandingkan pada periode pertama Jokowi bersama Jusuf Kalla.

“Bila merujuk pada beberapa tindakan komunikasi politik yang ditembakkan oleh SP sejak penyusunan kabinet hingga pekan ini, tampaknya belum sepenuhnya memberi dukungan kepada pemerintahan Jokowi jilid dua ini. Sangat berbeda ketika pemerintahan Jokowi jilid satu, SP dan partainya mendukung total. Waktu itu sampai mengemuka Jokowi presidenku, Nasdem partaiku,” tegasnya.

Menurut Emrus, kali ini manuver Surya Paloh di ruang publik sangat terlihat, yang paling mencolok adalah pernyataan Surya yang siap menjadi oposisi saat Jokowi sedang menyusun kabinet untuk pemerintahan 2019-2024.

“Ketika SP sempat mengancam mau keluar dari koalisi untuk beroposisi saat penyusunan kabinet, ini salah satu bukti nyata bahwa dia sedang bermanuver politik di ruang publik,” tutupnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya