Berita

Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta/RMOL

Politik

Anis Matta: Partai Gelora Lahir Bukan Karena Sakit Hati Terdepak Dari PKS

MINGGU, 10 NOVEMBER 2019 | 18:26 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Anis Matta dan Fahri Hamzah serta beberapa tokoh lainnya mendirikan partai baru bernama Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora Indonesia). Banyak kalangan menyebut bahwa berdirinya partai tersebut lantaran adanya barisan sakit hati dengan PKS.

Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Anis Matta membenarkan beberapa pengurus partainya merupakan orang-orang yang sempat mengalami konflik dengan partai yang diusung Sohibul Iman tersebut.

“Saya tidak menafikan bahwa kami punya konflik dulu di PKS. Ini ada Fahri juga ada di sini, ini fakta yang tidak bisa kita ingkari,” ungkap Anis di acara syukuran Partai Gelora Indonesia, Restoran Upnormal, Jalan Kemang Raya, Jaksel, Minggu (10/11).


Namun, dia membantah jika partai yang digawanginya berlatar belakang sakit hati dengan PKS. Pasalnya, berdirinya Partai Gelora telah diinisiasi sejak lama dan baru hari ini terlaksana.

“Tapi kami tidak bekerja dengan latar sakit hati. Pada dasarnya semua narasi yang kita kembangkan di sini sudah saya kembangkan dulu sejak saya di PKS baik sebagai sekjen maupun sebagai presiden partai,” ucapnya.

Anis menambahkan, ide dasar yang menjadi pokok berdirinya Partai Gelora telah dikemukakan sejak lama dan dikembangkan oleh orang-orang yang telah didepak oleh PKS.

“Jadi narasi ini narasi lama yang sudah kita kembangkan sehingga ketika ada konflik ini terjadi di PKS, kami keluar dari PKS. Kami sudah kembangkan sebelumnya karena memang ini menjadi salah satu titik yang fundamental terutama di masalah keterbukaan,” tandasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya