Berita

Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya, Lucy Kurniasari/Istimewa

Politik

Demokrat Cari Calon yang Tegas, Humanis, dan Problem Solver Untuk Gantikan Risma Di Surabaya

MINGGU, 10 NOVEMBER 2019 | 03:12 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Partai Demokrat berupaya mencari sosok mumpuni yang dapat melanjutkan pembangunan di Kota Surabaya pada masa mendatang.

Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya, Lucy Kurniasari mengatakan, untuk mencari calon walikota Surabaya sekaliber sosok Tri Rismaharini memang sulit.

Menurut mantan Ning Surabaya 1986 ini, Partai Demokrat akan menjaring bakal calon walikota dan wakil walikota yang dapat membangun Kota Surabaya yang modern dan humanis. Melanjutkan pondasi yang sudah diletakkan Risma.


Untuk itu, lanjut Anggota DPR dari Dapil Jatim 1 ini, Demokrat akan mencari calon yang memahami persoalan Kota Surabaya. Pemimpin seperti ini adalah sosok yang mau turun ke bawah menemui rakyatnya secara ikhlas.

"Calon yang memenuhi kriteria itu akan dapat mencarikan solusi yang tepat dalam mengatasi persoalan Kota Surabaya," tegas alumni SMA V Surabaya ini kepada Kantor Berita Politik RMOL melalui pesan elektronik, Sabtu (9/11).

Lucy mengatakan, solusi yang tepat hanya dapat dieksekusi oleh pemimpin yang memenuhi kriteria problem solver dan tegas.

"Karena itu syarat tegas menjadi kriteria lain dalam penjaringan calon," tambah Lucy.

Tegas yang dimaksud adalah berani mengambil keputusan, namun dalam pelaksanaannya menggunakan pendekatan human relation. Pendekatan ini memanusiakan manusia, yang sejalan prinsip demokrasi.

Kriteria lain, ungkap Anggota Komisi IX DPR RI ini, pemimpin yang diharapkan Partai Demokrat adalah yang mampu melakukan pendekatan bottom up. Pemimpin seperti ini mau mendengarkan aspirasi dari bawah dan dijadikan dasar dalam pengambilan kebijakan.

Untuk bisa memenuhi semua kriteria itu memang tidak mudah. Namun Partai Demokrat akan berupaya mencarinya. Agar Kota Surabaya kelak menjadi kota modern dan humanis.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya