Berita

Ilustrasi ASN/Net

Nusantara

Tunjangan Jabatan Tinggi, Eselon III Dan IV Pantas Untuk Dihapus

SABTU, 09 NOVEMBER 2019 | 00:12 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

RMOL. Pengamat politik dan sosial kemasyarakatan, John Palinggi turut mengomentari wacana reformasi birokrasi yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi)

John mengatakan, Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah administratur dan pelayan masyarakat. Menurutnya, jika seorang ASN tidak bisa melayani masyarakat dengan baik maka tidak pantas menerima gaji.

"Bukan sebaliknya, pejabat ASN malah susah ditemui rakyat. Padahal, gedung dan fasilitas, bahkan gaji berasal dari uang rakyat," ujar John kepada wartawan di Jakarta, Jumat (8/11).


Menurutnya, reformasi berarti berubah ke arah yang lebih baik. Karena itu, reformasi birokrasi berarti membawa tatanan birokrasi ke arah yang lebih baik sehingga tercipta tata kerja yang baik, mempercepat layanan, efisiensi, dan pencapaian sasaran sesuai target yang diberikan.

"ASN harus terbuka melayani rakyat. Turun ke bawah menemui rakyat dan tidak susah untuk ditemui. Yang banyak terjadi di Indonesia, kalau sudah jadi pejabat susah menemui atau ditemui masyarakat," sindirnya.

Agar ASN kinerjanya efektif, John menyarankan agar eselon III dan IV dihapuskan sementara yang dipertahankan eselon I dan II.

"Jadi, cukup ada Eselon I dan II, sementara III dan IV dihapus saja. Karena tunjangan jabatan eselon tinggi. Juga fasilitas jabatan memakan uang negara yang tidak sedikit. Kalau terlalu banyak jenjang birokrasi, tantangannya pun semakin besar dan tidak bisa cepat melayani. Kalau eselon gemuk, memang tetap bekerja, tapi tidak bisa cepat," paparnya.

Pria yang menjabat sebagai Sekjen BISMA wadah kerukunan lintas agama ini mencontohkan, persoalan kemacetan  yang mungkin sudah mengemuka sejak 20 tahun lalu. Tapi sepertinya para pejabat tidak punya hati untuk menuntaskan masalah tersebut.

"Sementara rakyatnya sengsara di jalan, pejabatnya pakai voorijder supaya bisa cepat jalan. Tidak pantas begitu," kata John.

Penyusutan eselon, tambah John, semata untuk efektifitas kerja serta menegaskan kembali bahwa jalur pelayanan ke masyarakat dipersingkat.

"Jangan banyak orang menikmati jabatan, tapi tidak bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, malah mempersulit," pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya