Berita

Surya Paloh/Net

Politik

Nasdem Coba Ambil Alih Pendukung Prabowo Yang Kecewa

JUMAT, 08 NOVEMBER 2019 | 16:16 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Manuver politik yang dilakukan Partai Nasdem merupakan langkah awal yang strategis untuk menguatkan basis dukungan partai di Pemilu 2024 mendatang.

Begitu kata analis politik dari LIPI Aisyah Putri Budiarti melihat manuver Ketua Umum Nasdem Surya Paloh menemui Presiden PKS Sohibul Iman beberapa waktu lalu. Pertemuan itu bahkan sempat disentil Presiden Joko Widodo dengan menyebut Surya sebagai koalisi lebih akrab dengan Sohibul Iman.

Aisyah menilai, Nasdem tengah melihat peluang kekosongan peran oposisi yang bisa jadi strategis untuk mendapatkan simpati publik.


“Terutama para pendukung Prabowo yang kecewa dengan bergabungnya Gerindra ke dalam koalisi pemerintah,” ungkapnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (8/11).

Putri menambahkan pemilih Prabowo-Sandi pada konstestasi Pilpres 2019 silam cukup tinggi, hingga melebihi 40 persen.

“Itu artinya ada angka pemilih yang besar tidak memilih Jokowi dalam pemilu, yang bisa jadi di antaranya adalah yang tidak sejalan atau kecewa dengan kebijakan Jokowi pada periode pertama,” paparnya.

Sehingga dengan langkah merangkul oposisi Nasdem secara tidak langsung ingin merebut perhatian publik yang sakit hati dengan langkah Prabowo.

“Sejauh ini, hanya PKS yang secara pasti menyatakan diri menjadi oposisi. Melihat keuntungan menjadi oposisi ini baru dimainkan secara tunggal oleh PKS, maka Nasdem melihat peluang ini,” tandasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya