Berita

Emrus Sihombing/Net

Politik

Jokowi-Surya Paloh Tegang, Apa Gara-Gara Jaksa Agung Tidak Dari Nasdem?

KAMIS, 07 NOVEMBER 2019 | 12:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Hubungan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mulai menegang. Setidaknya hal itu diperlihatkan dari sambutan Jokowi saat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Partai Golkar di Golden Ballroom The Sultan Hotel, Jakarta, Rabu (6/11).

Jokowi menyindir Surya Paloh yang bermanuver dengan mengunjungi Kantor DPP PKS beberapa waktu lalu. Surya disebut Jokowi lebih erat memeluk Presiden PKS Sohibul Iman ketimbang dirinya.

Pakar komunikasi politik Emrus Sihombing menyayangkan manuver Surya Paloh tersebut. Ini mengingat hubungan antara Surya Paloh dan Jokowi sangat akrab sejak periode pertama.


“Di periode kedua, Jokowi bahkan mengakomodasi tiga menteri dari Nasdem,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (7/11).

Menurut Emrus, publik kini mulai berpikir liar mengenai manuver Surya Paloh. Salah satunya adalah muncul dugaan Nasdem bermanuver karena tidak lagi diberi jabatan sebagai Jaksa Agung. Di periode pertama Jokowi, Jaksa Agung dijabat kader Nasdem HM Prasetyo.

“Walau waktu itu secara jurudis kemudian mundur dari Nasdem, namun secara sosiologis dan psikologis orang yang bersangkutan tetap “bagian” dari Nasdem,” terangnya.

Sementara di periode ini, Jokowi menempatkan kalangan profesional, ST Burhanuddin sebagai Jaksa Agung. Meskipun mantan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) itu disebut-sebut memiliki afiliasi dengan PDI Perjuangan.

“Karena itu, bisa saja publik bertanya-tanya, relasi yang tampaknya mulai “mendingin” antara Surya Paloh dengan Jokowi, apakah karena Jaksa Agung tidak lagi dari Nasdem?” tanyanya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya