Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Mata-matai Pengguna Twitter Untuk Arab Saudi, Dua Karyawan Twitter Diseret Ke Meja Hijau

KAMIS, 07 NOVEMBER 2019 | 07:45 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dua mantan karyawan Twitter didakwa di Pengadilan Federal San Francisco, Amerika Serikat pada hari Rabu (6/11) karena memata-matai pengguna Twitter yang kritis terhadap keluarga kerajaan Arab Saudi.

Begitu pengumuman yang disampaikan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat, seperti dikabarkan Al Jazeera. Kedua orang tersebut, bersama satu orang lainnya yang bukan merupakan karyawan Twitter, diduga bekerja bersama untuk membuka kedok rincian kepemilikan di balik akun Twitter pembangkang atas nama pemerintah di Riyadh dan keluarga kerajaan.

Menurut pengajuan pengadilan, mereka dipandu oleh seorang pejabat Arab Saudi yang tidak disebutkan namanya yang bekerja untuk seseorang jaksa yang ditunjuk sebagai "Anggota Keluarga-1". The Washington Post menyebut bahwa dia adalah Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.


Mereka yang dituntut adalah karyawan Twitter Ali Alzabarah dan Ahmad Abouammo. Sedangkan satu orang lainnya yang bukan merupakan karyawan Twitter adalah Ahmed Almutairi, seorang pejabat pemasaran yang memiliki hubungan dengan keluarga kerajaan.

"Pengaduan kriminal yang tidak disegel hari ini menuduh agen Arab Saudi menambang sistem internal Twitter untuk informasi pribadi tentang kritik Arab Saudi yang diketahui dan ribuan pengguna Twitter lainnya," kata Jaksa Amerika Serikat David Anderson.

"Hukum Amerika Serikat melindungi perusahaan Amerika Serikat dari gangguan asing yang melanggar hukum. Kami tidak akan membiarkan perusahaan Amerika Serikat atau teknologi Amerika Serikat menjadi alat penindasan asing yang melanggar hukum Amerika Serikat," katanya dalam sebuah pernyataan.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Gol Dramatis Lautaro Martínez Bawa Argentina ke Final

Kamis, 16 Juli 2026 | 04:20

KPK Watch Dorong DPR Percepat Bahas RUU Perampasan Aset

Kamis, 16 Juli 2026 | 04:03

Klaster Asabri-Jiwasraya dari Suap, Gratifikasi, hingga Pencucian Uang

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:30

Pecat Jaksa Agung ST Burhanuddin!

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:08

Pemilu 2029 Inkonstitusional Jika UU Pemilu Tak Direvisi

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:04

Gus Miftah Terima Uang Haram Rp100 Juta? Ah, Jangan Bercanda

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:40

Fahira Idris: Ancaman Bom Bukan Candaan!

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:08

Kasus Febrie Adriansyah Berpeluang Antiklimaks

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00

Dominasi Agrinas di KDKMP Membahayakan Desa

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00

Kejagung Bikin Dagelan Kasus Febrie Adriansyah

Kamis, 16 Juli 2026 | 01:18

Selengkapnya