Berita

Politisi PSI, William Aditya Sarana/Net

Publika

Sanksi Berat William

RABU, 06 NOVEMBER 2019 | 18:25 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

SEORANG rakyat jelata, a commoner from Priok, bernama Sugiyanto alias SGY naik pitam. Dia menggugat William dari PSI ke Badan Kehormatan (BK) DPRD. Pasalnya: Melanggar Kode Etik.

BK merespons. William akan diinterogasi minggu depan. Pimpinan DPRD harus dengar aspirasi rakyat. Jatuhkan sanksi sepadan dan seberat-beratnya.

DPRD dan rakyat harus paham; William tidak etis. Bikin gaduh. Tidak sedang berupaya selamatkan uang rakyat. Bukan bela transparansi anggaran. Dia nyerang Anies Baswedan.


William personifikasi "Ignorence is bliss". Kultwitnya klir; mengarahkan down grading terhadap Anies Baswedan.

Yang dia masalahkan adalah dummy anggaran. Sesuatu yang lazim. Di Era Ahok pun ada. Enggak masalah. Nantinya dibahas di Komisi.

Dummy disebut Anggaran. Sebelum dia berisik, Anies Baswedan sudah menyerit draft usulan dan briefing SKPD.

Mestinya Komisi Anggaran memanggil SKPD yang mengisi pos anggaran yang dianggap bermasalah. Gubernur dan DPRD harus kritis kepada SKPD. Tapi William, out of ignorence, malah bertanya ke Anies Baswedan lewat twitter.

William terindikasi mengidap Apophenia yaitu "mistakenly perceive connections and meaning between unrelated things".

William anggota Komisi A tapi rilis komentar mengenai sesuatu yang menjadi domain Komisi E Pendidikan. Enggak nyambung. Unrelated. Wajar bila rakyat seperti Sugiyanto merilis resistensi.

Manuvernya berdasarkan modus "myside bias" atau "Confirmation bias". Ibaratnya lepas anak panah. Ngasal. Kena apa saja. Target dibuletin di mana anak panah itu tertancap.

Dalam rangka mengonfirmasi Anies Baswedan Gubernur gagal atau konconya garong anggaran, William membabi-buta.

Padahal faktanya enggak begitu. Proses anggaran tidak semudah itu. Takes time. Angka gelondongan anggaran pendidikan sesuai 20% dari total anggaran sudah diperoleh. Lalu harus di-break down sampai satuan tiga.

Proses belum selesai, William sudah bunyi. Panggung direbut. Dia nari-nari sendirian. Seolah hanya PSI yang paling concern jaga duit rakyat. Fraksi lain enggak kerja. Dari puluhan ribu mata anggaran hanya nemu 3 pcs sudah jadi pahlawan.

Selain itu, Pimpinan DPRD harus mempertimbangkan impact dari manuver politik William.

Harmonisasi dan Program Persatuan yang sedang digarap Anies Baswedan dan DPRD kembali ke titik nol.

"Confirmation bias" yang dirilis William memecah-kembali rakyat Jakarta yang sudah mulai melupakan Pilkada rasa mayat. Emosi dan dendam bangkit kembali.

William berpotensi membahayakan rekonsiliasi nasional yang ditabuh oleh Presiden Jokowi, Ibu Mega dan Pak Prabowo.

Jadi masuk akal apabila DPRD harus menjatuhkan sanksi paling berat kepada William.

Penulis merupakan aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak)

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya