Berita

Dradjad Wibowo dan Hanafi Rais bersama Amien Rais/Net

Politik

KONGRES PAN

Dradjad Wibowo-Hanafi Rais Pimpinan Ideal Gantikan Zulkifli Hasan-Eddy Soeparno

RABU, 06 NOVEMBER 2019 | 17:20 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai partai reformasi harus konkrit dalam berjuang untuk umat dan bangsa. Partai ini akan memilih ketua umum baru pada Kongres tahun 2020.

Dinamika yang terjadi selama lima tahun ini, terjadi diskrimasi terhadap umat dan rakyat. Juga masalah ekonomi yang sangat memprihatinkan, dan kemiskinan terus terjadi secara masif.

"Terbukti, beban APBN banyak untuk bayar utang dan bunga utang," kata tokoh muda Muhammadiyah, Amirullah Hidayat, Rabu (6/11).


Oleh karena itu, lanjut Amir, peran partai politik dalam mengawasi jalannya pembangunan dan kebijakan pemerintah sangat dibutuhkan. PAN sebagai parpol oposisi harus paling depan membela umat dan rakyat.

"Saya yakin Dradjad Wibowo dan Hanafi Rais mengerti dan memahami permasalahan umat dan bangsa. Mereka pasangan ideal menggantikan Zulkifli Hasan-Eddy Soeparno," ungkapnya.

Menurut Amir, jika Dradjad menjadi ketua umum dan Hanafi sebagai sekjen, maka pada Pemilu 2024, PAN akan menjadi partai besar. Pasalnya, Dradjad sangat paham tentang ekonomi bangsa, dan Hanafi sangat mengerti tentang permasalahan umat.

"Dan yang paling utama, saya yakin keduanya tidak akan pernah mengkhianati Ayahanda Amien Rais sebagai pendiri PAN dan tokoh bangsa yang sangat tegas dalam amar maruf nahi munkar," ucap Amir.

"Dan, Dradjad Wibowo adalah santri ideologis Ayahanda Amien Rais, dan Hanafi Rais selain hubungan bioligis juga kader ideologis Ayahannda Amien Rais. Makanya saya yakin mereka berdua akan direstui memimpin PAN ke depan," ujar deklarator PAN Sumut ini menambahkan.

Masih menurut Amir, Dradjat sangat dekat dengan warga Muhammadiyah, dan Hanafi adalah kader murni Muhammadiyah.

"Grassroot PAN adalah keluarga besar Muhammadiyah, sehingga jika mereka memimpin maka saya yakin seluruh warga Muhammadiyah akan kembali berjuang dan membesarkan PAN," tegas Ketua Kornas Fokal IMM.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya