Berita

RCEP Summit/Setkab

Dunia

Menlu Retno: 15 Negara Sudah Selesaikan Negosiasi RCEP

SELASA, 05 NOVEMBER 2019 | 04:21 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Para pemimpin dari 15 negara yang berpartisipasi dalam perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) telah menyelesaikan negosiasi dasar yang menyangkut semua chapter, khususnya menciptakan kawasan perdagangan bebas terbesar di ASEAN dan negara kawasan di sekitarnya.

“Jadi, mereka sudah selesai text based-nya dan essential market access issue-nya. Tadi disampaikan kan, sebenarnya yang 15 masih punya, cuma yang essential sudah selesai semua,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengenai RCEP Summit di sela-sela KTT ASEAN, di Bangkok, Thailand, Senin (4/11).

Kesepakatan itu, kata Retno, baru akan ditandatangani pada awal tahun 2020 mendatang.


“Jadi setelah ini, legal scrubbing, aiming untuk tanda tangan 2020,” ujarnya.

Retno mengakui bahwa India masih memiliki masalah dalam negosiasi RCEP itu. Namun semua negara peserta RCEP akan bekerja bersama untuk menyelesaikan masalah-masalah ini dengan cara yang saling memuaskan.

Sebagaimana diketahui, negosiasi RCEP diluncurkan oleh para pemimpin ASEAN dan enam negara lainnya selama KTT ASEAN ke-21 di Phnom Penh pada November 2012. Tujuan peluncuran negosiasi RCEP adalah untuk mencapai perjanjian kemitraan ekonomi yang modern, komprehensif, berkualitas tinggi, dan saling menguntungkan di antara negara anggota ASEAN dan mitra FTA-nya.

RCEP yang mencakup 10 negara anggota dari ASEAN dan enam mitra, yaitu RRT, Jepang, Korea Selatan, India, Australia, dan Selandia Baru, akan menjadi area perdagangan bebas terbesar di dunia, yang terdiri dari setengah dari populasi dunia dan akan mencakup hampir 40 persen dari perdagangan global dan 35 persen dari PDB.

Saat menghadiri RCEP Summit itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menko Polhukam Mahfud MD, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Seskab Pramono Anung, Menlu Retno Marsudi, Mendag Agus Suparmanto.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya