Berita

Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi/Net

Dunia

Gelombang Protes Lukai Ekonomi, PM Irak Minta Pengunjuk Rasa Hentikan Aksi

SENIN, 04 NOVEMBER 2019 | 07:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Gelombang protes dan kerusuhan yang terjadi di Irak sejak beberapa waktu terakhir telah memicu masalah ekonomi yang buruk bagi negara tersebut.

Karena itulah, Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi mengimbau agar para pengunjuk rasa mau saling bahu-membahu memulihkan kehidupan normal di seluruh negeri.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu malam (3/11), Abdul Mahdi mengatakan bahwa unjuk rasa telah mengguncang sistem politik di negara tersebut. Dia menilai bahwa para pengunjuk rasa telah mencapai tujuan mereka dan harus berhenti mempengaruhi perdagangan dan kegiatan ekonomi negara.

"Mengancam kepentingan minyak dan memblokir jalan menuju pelabuhan Irak menyebabkan kerugian besar melebihi miliaran dolar," kata Abdul Mahdi seperti dimuat Channel News Asia.

"Mengancam kepentingan minyak dan memblokir jalan menuju pelabuhan Irak menyebabkan kerugian besar melebihi miliaran dolar," kata Abdul Mahdi seperti dimuat Channel News Asia.

Daia juga memperingatkan bahwa kerusuhan telah mendorong kenaikan harga barang. Bukan hanya itu, kerusuhan juga menyebabkan operasi di pelabuhan Teluk utama Irak, Umm Qasr, dekat kota Basra yang kaya minyak terhenti sejak Rabu pekan lalu. Padalah, pelabuhan itu sangat penting untuk menerima sebagian besar impor biji-bijian, minyak nabati dan gula Irak.

Diketahui bahwagelombang protes dan kerusuhan yang terjadi, merusak hampir dua tahun stabilitas relatif di Irak. Meski negara tersebut kaya akan minyak, namun tidak sedikit orang yang hidup di bawah garis kemiskinan dengan akses yang terbatas ke air bersih, listrik, pendidikan dan perawatan kesehatan. Hal itulah yang memotori gelombang protes terbaru di negara tersebut.

Akibatnya, lebih dari 250 orang meninggal dunia akibat kerusuhan yang terjadi sejak awal Oktober lalu.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya