Berita

Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno/RMOL

Politik

Masalah Bangsa Indonesia Adalah Kemiskinan Dan Korupsi, Bukan Radikalisme

SENIN, 04 NOVEMBER 2019 | 05:10 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Sejak pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju Rabu (23/10) lalu, publik dibenturkan dengan manuver dan polemik yang dimunculkan dari para pembantu Jokowi. Hingga saat ini belum ada tawaran program konkret yang memuaskan publik.

Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan, dalam dua pekan ini tampak tidak ada gebrakan baru yang ditawarkan oleh Jokowi dan para pembantunya.

Para Menteri Kabinet Indonesia Maju kata Adi, malah terkesan sibuk menghadirkan polemik di masyarakat.


"Tak ada gebrakan berarti. Yang ada hanyalah polemik tak berkesudahan  terutama soal cadar dan cingkrang," kata Adi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu malam (3/11).

Lebih lanjut Adi menegaskan, masalah utama di Indonesia adalah kemiskinan, pengangguran, lapangan pekerjaan dan korupsi. Saat ini publik malah dihebohkan dengan masisfnya menteri Jokowi menyampaikan wacana tentang radikalisme.

"Padahal masalah utama bangsa ini adalah kemiskinan, pengangguran, lapangan kerja baru, dan bahaya korupsi. Bukan radikalisme," sesal Adi.

Lebih lanjut, Adi menyontohkan, berbagai pernyataan Menag Fachrul Razi terkait cadar dan celana cingkrang berpotensi memecah belah umat. Dosen UIN Ciputat ini mengimbau para elite pembantu Jokowi agar menghentikan narasi radikalisme.

"Radikalisme enggak ada urusannya dengan pakaian orang. Pemilu sudah usai jangan lagi pake narasi radikalisme. Tunjukkan siapa siapa yang radikal itu?  Lalu ajak ke jalan yang benar. Saat ini belum ada data jelas siapa radikal perusak negara itu. Jika ada lakukan upaya serius jangan berwacana," pungas Adi.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya