Berita

Twitter/Net

Dunia

Akun Jaringan Berita Ini Ditangguhkan, Twitter Bungkam Suara Kebebasan Palestina?

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 | 07:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Twitter menangguhkan beberapa akun resmi dari situs web berita independen Palestina yang dianggap sebagai salah satu sumber utama berita tentang Palestina dan pendudukan Israel.

Di antara akun yang ditangguhkan adalah Quds News Network, yang memiliki ratusan ribu pengikut. Penangguhan dilakukan karena situs itu dianggap melanggar undang-undang kejahatan dunia maya di Tepi Barat yang diduduki.

Para aktivis berpendapat bahwa situs web ini telah ditekan karena mengkritik Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas dan kepemimpinannya.


Pengguna media sosial meminta Twitter untuk membalikkan keputusan untuk memblokir akun Quds News Network.

Seorang wartawan Palestina, Ahmed Jarrar, menyebut bahwa penangguhan akun berita merupakan bentuk praktik pengecut pendudukan Israel.

"Kami pikir Twitter memiliki ruang lebih luas mengenai kebebasan berekspresi daripada Facebook," tulisnya di Twitter.

"Namun Twitter bergabung dengan sisi pendudukan Israel dengan menolak kebebasan bersuara Palestina," sambungnya.

"Menghapus dan mencekik akun adalah keputusan yang pengecut dan lemah. Suara pers dan kebebasan media tidak dapat dibungkam di zaman modern," tegasnya.

Sementara itu, menurut Sada Social, sebuah situs yang memantau pelanggaran berbagai platform media sosial terhadap konten Palestina, akun-akun Palestina di Facebook telah dibatasi dan diberlakukan dengan tindakan hukuman menyusul tekanan Israel.

Dalam laporan bulanannya, Sada Social mengatakan bahwa tingkat pelanggaran pada bulan Oktober lalu meningkat secara signifikan hingga 145 pelanggaran. Laporan yang sama juga menyebut bahwa terjadi ratusan kasus di mana akun milik aktivis Palestina dan halaman berita telah ditangguhkan.

"Ada kesenjangan yang sangat besar antara Palestina dan Israel," kata pendiri Sosial Sada Iyad Alrefaie kepada Al Jazeera.

"(Tidak ada yang terjadi) pada orang Israel yang mempublikasikan status yang menyerukan pembunuhan warga Palestina," katanya.

"Tetapi jika Palestina memposting berita tentang sesuatu yang terjadi di tanah atau dilakukan oleh tentara Israel, Facebook (mungkin) menutup akun atau halaman, atau menghapus posting," tambahnya.

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

UPDATE

Wall Street Menguat Ditopang Kebangkitan Saham Teknologi

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:11

Pemerintah Pastikan Beras Nasional Pasok Kebutuhan Jamaah Haji 2026

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:07

KPK Akan Panggil Lasarus dan Belasan Anggota Komisi V DPR Terkait Kasus Suap DJKA

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:49

Harga Emas Dunia Melejit, Investor Antisipasi Kebijakan The Fed 2026

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:36

Menhaj Luncurkan Program Beras Haji Nusantara

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:18

Raja Charles Siap Dukung Penyelidikan Polisi soal Hubungan Andrew dan Epstein

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:15

Prabowo Paham Cara Menangani Kritik

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:09

Saham UniCredit Melejit, Bursa Eropa Rebound ke Level Tertinggi

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:00

Suara Sumbang Ormas

Selasa, 10 Februari 2026 | 06:57

Dirut BPR Bank Salatiga Tersangka Korupsi Kredit Fiktif

Selasa, 10 Februari 2026 | 06:40

Selengkapnya