Berita

Defisit BPJS Kesehatan jangan dibebankan kepada rakyat/RMOL

Politik

Pemerintah Harus Cari Sumber Dana Baru Untuk Menutup Defisit Iuran BPJS Kesehatan

SABTU, 02 NOVEMBER 2019 | 23:34 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Langkah Presiden Joko Widodo menaikkan iuran BPJS Kesehatan dinilai tidak tepat. Karena masih banyak sumber dana lainnya jika APBN tidak mampu menutupi defisit.

Pengamat Kesehatan Universitas Indonesia (UI), Ferdy Nggao mengatakan, sistem jaminan kesehatan di Indonesia saat ini seperti asuransi sosial karena iuran dibebankan kepada masyarakat. Namun, hal tersebut tetap mengalami defisit. Sehingga pemerintah harus mencari sumber dana lainnya.

"Menurut saya pemerintah perlu mencari sumber dana lain di luar iuran. Sehingga defisit-defisit tidak langsung dibebankan kepada masyarakat," ucap Ferdy Nggao saat diskusi dialektika di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (2/11).


Dana lain yang dimaksud ialah menarik pajak terhadap perusahaan rokok dan minuman keras khusus untuk kesehatan. Karena kata Ferdy, produk rokok dan minuman keras merupakan penyumbang besar masalah kesehatan di tengah-tengah masyarakat.

Upaya tersebut, kata Ferdy, cukup efektif untuk mendapatkan dana penutup defisit. Terbukti negara-negara tetangga juga telah menerapkan pungutan untuk biaya kesehatan, seperti dilakukan Thailand.

"Kenapa rokok dan minuman keras? Karena produk ini membahayakan kesehatan," tegasnya.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya