Berita

Surya Paloh dan Sohibul Iman/Net

Politik

Jokowi Meniti Di Antara Dua Karang Teuku Umar Dan Gondangdia, SP Rangkul PKS Bagian Dari Operasi

SABTU, 02 NOVEMBER 2019 | 12:59 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Silaturahmi politik Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dengan Presiden PKS M. Sohibul Iman merupakan bagian dari perimbangan politik yang dipakai oleh Presiden Joko Widodo dalam mengelola pemerintahan dan kekuasaan.

Apalagi, SP sapaan akrab Surya Paloh mengaku sudah melapor kepada Presiden sebelum menyambangi kantor PKS.

Begitu pandangan pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qadari di sela-sela diskusi bertajuk "Memaknai Pelukan Politik PKS dan Nasdem" di Kedai Sirih Merah, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (2/11).


"Menurut saya sih ini prinsipnya bagian dari taktik perimbangan politik yang dipakai oleh Jokowi," kata Qadari.

Jokowi sadar, bahwa di periode keduanya ini dia menginginkan dukungan dari semua pihak.

Jokowi, kata Qadari, juga tidak selalu mendapat dukungan yang sama dari PDIP sebagai partainya, apalagi Gerindra atau bahkan Nasdem sekalipun.

"Jadi sebenarnya Pak Jokowi itu berjalan meniti diantara dua karang, karang Teuku Umar (Megawati) dan Gondangdia (Surya Paloh). Jadi Pak Jokowi akan beraliansi kepada siapa yang pemikiranya dan agendanya sama," jelas dia.

Pasalnya, sambung Qadari, ada momentum tertentu Jokowi bisa berbeda pendapat dengan PDIP dan Gerindra, lalu mendapat dukungan dari Nasdem dan kawan-kawan. Atau mungkin sebaliknya.

Namun di sisi lain, tafsir pertemuan itu bisa diartikan bahwa SP sudah mengkalkulasi jika PDIP dengan Gerindra berkoalisi sudah mencukupi, termasuk untuk agenda politik ke depan.

"Berarti Surya Paloh sedang berpikir dia harus koalisi dengan siapa saja," demikian Qadari.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya